Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan evaluasi mendalam usai timnya dipaksa menyerah 1-2 oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2) malam. Kekalahan ini, menurut Tavares, berakar pada masalah psikologis pemain di babak pertama serta buruknya efektivitas penyelesaian akhir.
Tavares menyoroti bagaimana timnya kehilangan ketenangan setelah tim tamu mencetak gol pembuka.
Menurutnya, aspek mental menjadi kendala utama yang menghambat skema permainan tim berjuluk Bajol Ijo tersebut.
“Ketika mereka punya peluang pertama dan mencetak gol, saya rasa kami bermain lebih dengan hati daripada dengan kepala,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers usai laga.
Pelatih asal Portugal ini juga menggarisbawahi kontrasnya efektivitas antara kedua tim. Meski Bhayangkara hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran pada babak pertama, keduanya berhasil dikonversi menjadi gol melalui skema bola mati dan transisi cepat.
Di sisi lain, Persebaya yang mendapatkan momentum melalui Rivera dan Bruno justru gagal memaksimalkannya. Tavares mengakui bahwa dominasi penguasaan bola tidak berarti banyak jika tidak dibarengi dengan ketajaman di depan gawang.
“Kami menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir kami tidak akurat,” tuturnya lugas.
Selain masalah finishing, Tavares mencermati kelemahan di lini tengah. Ia menilai para pemainnya tidak cukup tangguh untuk memenangkan perebutan bola kedua (second ball), yang justru lebih banyak dikuasai oleh pemain lawan.
Merespons ketertinggalan, Tavares melakukan sejumlah eksperimen taktis di babak kedua. Ia memasukkan pemain muda dan mengambil langkah ekstrem dengan menempatkan bek tengah sebagai penyerang di menit-menit akhir untuk memecah kebuntuan.
Meski mengapresiasi kerja keras pemain di paruh kedua, Tavares tetap memberikan kritik pedas terhadap ritme pertandingan yang sering terhenti. Ia merasa lawan terlalu banyak mengulur waktu sejak babak pertama, sementara tambahan waktu dari wasit dianggap tidak representatif.
“Saya menghargai kerja keras para pemain, terutama pada babak kedua,” katanya. Namun, ia enggan menyalahkan wasit atas hasil minor tersebut. Baginya, sepak bola tetaplah tentang produktivitas gol. “Kami kalah karena lawan mencetak dua gol, dan kami hanya mencetak satu, itu saja,” tegasnya.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Tavares untuk segera membenahi ketenangan lini depan dan penguasaan lini tengah Persebaya di laga-laga berikutnya. (Ant/Z-1)
Rekor 13 laga tak terkalahkan Persebaya Surabaya terhenti di tangan Bhayangkara FC dengan skor 1-2 di Stadion GBT. Simak statistik dan jalannya laga.
Preview lengkap Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC Liga 1 2026. Analisis taktik, H2H, dan prediksi susunan pemain di Stadion Gelora Bung Tomo.
Persebaya Surabaya mengalami krisis ujung tombak menyusul cedera Malik Rizaldi dan Perovic, jelang menjamu Tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (14/2).
Dejan Tumbas menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa Persis Solo merangkak naik ke posisi yang lebih aman di klasemen sementara Super League.
Preview lengkap Bali United vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2026. Misi balas dendam Serdadu Tridatu hadapi Bajul Ijo yang pincang tanpa Bruno Moreira.
Preview lengkap Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC Liga 1 2026. Analisis taktik, H2H, dan prediksi susunan pemain di Stadion Gelora Bung Tomo.
Persebaya Surabaya mengalami krisis ujung tombak menyusul cedera Malik Rizaldi dan Perovic, jelang menjamu Tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (14/2).
Simak preview lengkap Bhayangkara FC vs Borneo FC di Liga 1 2026. Analisis kekuatan, head to head, dan prediksi skor di Stadion Sumpah Pemuda Lampung.
PELATIH Malut United Hendri Susilo menyatakan kekecewaannya atas hasil laga Malut United vs Bhayangkara FC di pekan ke-19 Liga 1 BRI Super League 2025/2026.
STRATEGI yang disusun pelatih Malut United, Hendri Susilo, gagal membuahkan hasil positif saat pertandingan Malut United vs Bhayangkara FC dalam lanjutan Liga 1 BRI Super League 2025-2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved