Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TOTTENHAM Hotspur bergerak cepat dalam merespons keterpurukan tim. Pada Sabtu (14/2) malam waktu setempat, manajemen klub Liga Primer Inggris itu resmi menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih interim hingga akhir musim ini.
Penunjukan pria asal Kroasia tersebut dilakukan guna mengisi kekosongan kursi kepelatihan setelah Thomas Frank resmi didepak dari jabatannya.
Pemecatan Thomas Frank merupakan buntut dari hasil negatif yang terus membayangi Spurs sepanjang musim ini. Puncaknya terjadi awal pekan ini, saat The Lilywhites harus mengakui keunggulan Newcastle United dengan skor tipis 1-2.
Kekalahan tersebut menjadi titik nadir bagi manajemen untuk melakukan perubahan besar di kursi manajerial.
Kedatangan Igor Tudor membawa misi spesifik yang sangat krusial. Saat ini, Spurs terdampar di peringkat ke-16 klasemen sementara Liga Primer Inggris.
Posisi ini sangat kontras dengan reputasi klub yang dalam beberapa musim terakhir konsisten bersaing di papan atas. Dengan hanya terpaut sedikit poin di atas zona degradasi, Tudor diharapkan mampu memberikan dampak instan.
Dalam pernyataan resminya, pihak klub menekankan bahwa fokus utama Tudor adalah mengembalikan identitas kompetitif tim.
“Igor bergabung dengan fokus jelas, yaitu meningkatkan performa, membuat hasil, dan membawa kami naik di klasemen Liga Primer Inggris,” tulis Spurs di laman resmi mereka.
Manajemen menegaskan bahwa tugas Tudor mencakup perbaikan organisasi permainan, peningkatan intensitas, serta penguatan daya saing skuad dalam menghadapi fase krusial di sisa musim ini.
Sosok Igor Tudor bukanlah nama asing di belantika sepak bola Eropa. Saat masih aktif bermain, ia merupakan bek tangguh yang memperkuat Juventus.
Di dunia manajerial, ia memiliki portofolio yang cukup mumpuni dengan pengalaman melatih sejumlah klub besar seperti Olympique de Marseille, Lazio, hingga Galatasaray.
Menanggapi tantangan di London Utara, Tudor menyatakan kesiapannya untuk memikul beban berat tersebut. Ia percaya bahwa materi pemain yang ada saat ini masih memiliki kualitas untuk bangkit.
“Sungguh kehormatan besar bisa bergabung dengan klub ini pada momen penting. Saya memahami tanggung jawab yang diberikan dan fokus saya jelas: membawa konsistensi pada performa dan bersaing dengan keyakinan di setiap pertandingan,” ujar Tudor.
Waktu bagi Tudor untuk beradaptasi tergolong sangat singkat. Ia akan langsung diuji dengan tensi tinggi di laga debutnya. Spurs dijadwalkan menjamu rival abadi mereka, Arsenal, dalam laga Derby London Utara, akhir pekan mendatang, Minggu (22/2).
Laga ini tidak hanya menjadi pertaruhan gengsi, tetapi juga menjadi indikator awal apakah tangan dingin Tudor mampu memberikan energi baru bagi organisasi permainan Spurs agar segera meraih hasil positif dan menjauh dari ancaman degradasi. (Ant/Z-1)
Aleksandar Stankovic dilaporkan tengah dipantau ketat oleh Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.
Bologna resmi memperpanjang kontrak penyerang Argentina Santiago Castro hingga 2030 guna memagari sang pemain dari incaran Chelsea dan Inter Milan.
Carlos Baleba jadi incaran utama PSG, Chelsea, MU, dan Tottenham. Brighton patok harga £100 juta untuk sang gelandang. Simak update terbarunya!
Tottenham Hotspur dilaporkan memimpin perburuan Christian Pulisic dari AC Milan senilai Rp1,06 Triliun. Simak detail transfer bintang AS ini.
Guglielmo Vicario menjadi target utama Juventus dan Inter Milan pada bursa transfer 2026. Kiper Tottenham ini siap kembali ke Serie A dengan nilai fantastis.
Dusan Vlahovic menegaskan Juventus perlu introspeksi diri usai menang 3-1 atas Udinese dan berterima kasih kepada Igor Tudor atas jasanya.
Luciano Spalletti sejak awal menjadi kandidat utama untuk menggantikan Igor Tudor.
Keputusan itu diambil setelah Juve tumbang 0-1 dari Lazio pada laga Serie A yang membuat mereka hanya meraih lima poin dari lima pertandingan terakhir.
Hasil imbang menjadi yang ketiga secara beruntun dialami Juventus.
Pelatih Juventus Igor Tudor mengaku kecewa dengan keputusan wasit yang memberikan hadah penalti untuk Verona.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved