Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Kecam Pelemparan Flare ke Emil Audero, Giuseppe Marotta: Itu Tindakan Konyol!

Basuki Eka Purnama
03/2/2026 03:31
Kecam Pelemparan Flare ke Emil Audero, Giuseppe Marotta: Itu Tindakan Konyol!
Penjaga gawang Cremonese Emil Audero bereaksi usai terkena lemparan flare dari pendukung Inter Milan di laga Serie A.(AFP/Piero CRUCIATTI )

KEMENANGAN meyakinkan Inter Milan atas Cremonese di laga lanjutan Serie A, Minggu (1/2), harus dibayar mahal dengan insiden yang mencederai nilai sportivitas. CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengecam keras aksi pelemparan flare oleh suporter Nerazzurri yang mengenai kiper lawan sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero.

Bertanding di Stadio Giovanni Zini, Inter Milan sebenarnya tampil dominan dan berhasil mengunci kemenangan 2-0 melalui gol yang dilesakkan Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. 

Namun, atmosfer pertandingan berubah tegang di awal babak kedua ketika sebuah flare meluncur dari tribun utara—area yang ditempati suporter tim tamu—dan mendarat tepat di posisi Emil Audero berdiri.

Akibat ledakan dan asap dari flare tersebut, Audero sempat terjatuh dan berguling di lapangan sambil memegangi kaki kanannya. 

Tim medis segera bergegas masuk untuk memberikan perawatan darurat di tengah kekhawatiran para pemain kedua tim.

Sikap Tegas Manajemen Inter Milan

Insiden ini memicu reaksi instan dari jajaran manajemen Inter Milan. Melalui laman resmi klub, Marotta tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa tindakan anarkis tersebut tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola.

“Saya mengecam keras apa yang terjadi hari ini: itu adalah tindakan konyol yang sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai olahraga, nilai-nilai yang telah kami coba tanamkan dan junjung tinggi sejak di tim muda. Bukan hanya saya yang merasa kecewa, melainkan juga seluruh pendukung Inter dan para pemain kami yang semuanya merasa terdampak,” ujar Marotta.

Lebih lanjut, Marotta mengapresiasi keteguhan mental Emil Audero. Meski sempat mengalami gangguan fisik pada kakinya, kiper yang memiliki darah Indonesia itu menunjukkan profesionalisme tinggi dengan terus melanjutkan pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.

“Saya tahu pihak berwenang sudah menyelidiki situasinya, dan saya yakin mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban. Saya juga ingin memuji profesionalisme Audero yang mampu menjaga gawang hingga saat-saat terakhir,” tambahnya.

Penyelidikan Berlanjut

Beruntung, tim medis mengonfirmasi bahwa Audero tidak mengalami cedera serius yang dapat mengancam kariernya. 

Namun, kejadian ini menjadi catatan merah bagi Inter Milan. Pihak klub kini bekerja sama dengan aparat berwenang untuk mengidentifikasi pelaku di balik pelemparan tersebut guna memberikan sanksi tegas.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen suporter bahwa tindakan tidak sportif di tribun tidak hanya merugikan keselamatan pemain di lapangan, tetapi juga merusak reputasi klub yang mereka dukung. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya