Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pep Guardiola Tuntut Manchester City Bangkit dari Keterpurukan

Basuki Eka Purnama
24/1/2026 05:47
Pep Guardiola Tuntut Manchester City Bangkit dari Keterpurukan
Pelatih Manchester City Pep Guardiola(AFP/Glyn KIRK)

PELATIH Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan peringatan keras kepada skuadnya setelah serangkaian hasil buruk yang melanda tim dalam beberapa pekan terakhir. 

Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa The Citizens harus segera menemukan momentum kebangkitan untuk menyelamatkan musim mereka.

Performa City di pengujung 2025 menjadi sorotan tajam setelah mereka kehilangan banyak poin krusial, baik di kancah domestik maupun Eropa. 

Guardiola tidak menutupi kekecewaannya atas kemerosotan standar permainan tim yang biasanya tampil dominan tersebut.

“Kami harus bangkit. Hasil-hasil di akhir 2025 tidaklah bagus, baik itu di Liga Inggris maupun di Liga Champions,” ujar Guardiola, dikutip dari Sky Sports, Jumat (23/1).

Tren Negatif di Liga Primer Inggris

Manchester City tengah melewati periode sulit di Liga Primer Inggris musim ini. Dari lima pertandingan terakhir, klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut hanya mampu mengamankan satu kemenangan saat menaklukkan Nottingham Forest dengan skor tipis 2-1.

Selebihnya, City seolah kehilangan taringnya. Mereka harus puas berbagi poin dalam laga imbang melawan Sunderland (0-0), Chelsea (1-1), dan Brighton (1-1). 

Puncak kegagalan tersebut terjadi saat mereka dipaksa menyerah 0-2 dalam laga sarat gengsi melawan rival sekota, Manchester United.

Rentetan hasil minim poin ini membuat posisi Manchester City di papan klasemen kian terdesak. Saat ini, Manchester City tertinggal tujuh poin dari Arsenal yang kokoh memimpin klasemen sementara.

Rapuhnya Pertahanan dan Tantangan Eropa

Masalah City ternyata merembet ke kompetisi Benua Biru. Di Liga Champions, mereka menelan kekalahan mengejutkan 1-3 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt. 

Kekalahan ini membuat City tertahan di posisi ke-11 klasemen fase liga, sebuah posisi yang tidak ideal bagi klub yang difavoritkan juara.

Guardiola menyoroti bahwa salah satu titik lemah timnya saat ini adalah buruknya antisipasi terhadap serangan balik lawan. 

“Kami tahu segalanya salah, detailnya salah. Dalam waktu dekat kami akan menghadapi Wolves dan Galatasaray, maka kami harus mencoba mendapatkan hasil maksimal,” tambahnya.

Meski klub telah menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad pada bursa transfer musim ini, konsistensi tetap menjadi barang mahal. Pep mengakui bahwa timnya kerap kesulitan menghadapi transisi cepat yang diperagakan oleh lawan.

“Kami tidak pernah meremehkan setiap kompetisi. Transisi lawan memang lebih baik dari kami,” tutup Guardiola.

Kini, fokus utama City adalah membenahi detail permainan sebelum menghadapi Wolverhampton Wanderers dan Galatasaray. 

Hasil dari dua laga tersebut akan menjadi indikator apakah The Citizens mampu kembali ke jalur juara atau justru semakin tenggelam dalam krisis. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya