Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Dongeng Bodo/Glimt di Liga Champions, Kota Kecil yang Terinspirasi Jurgen Klopp

Dhika Kusuma Winata
12/3/2026 19:25
Dongeng Bodo/Glimt di Liga Champions, Kota Kecil yang Terinspirasi Jurgen Klopp
Bodo/Glimt(Andreas SOLARO / AFP)

Bodo/Glimt kembali menorehkan kejutan di panggung Eropa. Klub asal Norwegia itu meneruskan kisah sensasional dalam musin debut di Liga Champions setelah menaklukkan Sporting Lisbon dengan skor 3-0 pada leg pertama babak 16 besar di Aspmyra Stadion, Kamis (12/3) dini hari.

Kemenangan tersebut membuat Bodo/Glimt semakin dekat dengan babak perempat final.

Jika mampu mempertahankan keunggulan pada leg kedua di Portugal pekan depan, mereka berpeluang menghadapi pemenang duel antara Bayer Leverkusen dan Arsenal.

Klub tersebut bermarkas di kota kecil Bodo yang berpopulasi 53 ribu penduduk sebagai salah satu wilayah paling utara dalam peta sepak bola Eropa. Bagi mereka, pencapaian di fase gugur sudah menjadi prestasi yang penuh tantangan. 

Pasalnya, sejak didirikan klub tersebut harus menghadapi berbagai kendala logistik untuk bisa bersaing di kompetisi nasional Norwegia pada 1970-an. Mereka bahkan sempat mengalami degradasi sebelum akhirnya bangkit.

Perubahan besar baru mulai terlihat sejak 2020. Bodo/Glimt meraih sejumlah gelar domestik, menembus semifinal Liga Europa dan kini tampil untuk pertama kalinya di Liga Champions.

Dalam perjalanan musim ini, mereka juga mencatat hasil mengejutkan dengan mengalahkan sejumlah raksasa Eropa. Bodo/Glimt sempat menundukkan Manchester City dan Atletico Madrid pada fase grup lalu menyingkirkan Inter Milan kandang dan tandang di babak playoff. Sondre Brunstad Fet yang membuka keunggulan Bodo/Glimt mengaku puas dengan penampilan tim.

“Ini perasaan yang sangat menyenangkan dan saya cukup puas dengan penampilan saya serta tim,” kata Fet dikutip AFP.

“Pertandingannya cukup terbuka dan sebenarnya kami bisa lebih mengontrol permainan. Namun menurut saya kami tampil baik melawan tim yang kuat. Karena itu, pertandingan di Lisbon nanti akan menjadi laga yang sulit,” lanjutnya.

Kesuksesan Bodo/Glimt tidak datang secara instan. Manajemen klub menerapkan strategi pengembangan pemain muda dengan fokus pada pembinaan dan keberlanjutan finansial. Model tersebut terbukti efektif sekaligus membuat klub menarik bagi pemain yang ingin berkembang.

Menurut sang pelatih, Kjetil Knutsen, keberhasilan timnya juga lahir dari identitas permainan yang jelas dan latihan dengan intensitas tinggi. Dia mengakui filosofi permainan timnya banyak terinspirasi dari gaya sepak bola yang pernah diperkenalkan Jurgen Klopp bersama Liverpool.

Klopp mempopulerkan gaya bermain cepat dan agresif yang kerap disebut sebagai sepak bola rock and roll, berbeda dengan penguasaan bola ala Pep Guardiola bersama Manchester City.

Pendekatan intensitas tinggi itu terbukti efektif bagi Bodo/Glimt. Bahkan City sempat merasakan langsung tekanan permainan mereka ketika kalah 1-3 pada fase grup musim ini.

“Kami berlatih dengan keras dan berusaha bermain secara fungsional dengan intensitas tinggi,” ujar Knutsen saat berbicara mengenai kelolosan timnya ke babak 16 besar beberapa waktu lalu, dikutip Triball Football.

“Kami mengambil inspirasi dari banyak pihak, termasuk Klopp dan Liverpool. Dalam banyak hal kami mencoba meniru pendekatan mereka,” imbuhnya. (Dhk)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya