Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon: Misi Kejutan Berlanjut di Aspmyra

Khoerun Nadif Rahmat
10/3/2026 19:45
Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon: Misi Kejutan Berlanjut di Aspmyra
Para pemain Bodo/Glimt melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Manchester City di laga Liga Champions.(X/@Glimt)

LAJU fenomenal wakil Norwegia, Bodo/Glimt, di panggung Liga Champions akan menemui ujian baru saat menjamu raksasa Portugal, Sporting Lisbon, dalam laga leg pertama babak 16 besar di Stadion Aspmyra, Kamis (12/3) malam.

Tim berjuluk "Pembunuh Raksasa" itu terus memukau publik sepak bola Eropa setelah berhasil menyingkirkan runner-up musim lalu, Inter Milan, di babak playoff.

Keberhasilan Glimt melaju ke fase gugur merupakan sejarah baru bagi sepak bola Norwegia. Pasukan Kjetil Knutsen menjadi klub Norwegia pertama yang mencatatkan empat kemenangan beruntun di Liga Champions, sekaligus tim pertama dari negara tersebut yang memenangi laga fase gugur.

Perjalanan mereka tergolong heroik; setelah finis di peringkat ke-23 klasemen fase liga lewat kemenangan atas Manchester City (3-1) dan Atletico Madrid (2-1), mereka tampil dominan saat menundukkan Inter Milan dengan agregat total 5-2.

Kekuatan utama Glimt terletak pada keangkeran Stadion Aspmyra. Rekor kandang mereka di kompetisi Eropa sangat impresif dengan catatan 12 kemenangan dari 17 laga terakhir.

Modal kepercayaan diri tuan rumah kian menebal menyusul kemenangan 2-1 atas Molde di Piala Norwegia tengah pekan lalu, yang memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi sembilan pertandingan di semua kompetisi.

"Ini adalah perjalanan panjang untuk mencapai posisi kita sekarang, dan ada begitu banyak orang yang menjadi bagian dari perjalanan ini bersama-sama. Tim, staf pelatih, departemen medis, dan semua orang yang bekerja di balik layar setiap hari untuk mendapatkan margin kecil itu. Ada banyak sekali orang di balik ini," ujar pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen dikutip dari laman resmi Liga Champions.

Di sisi lain, Sporting Lisbon datang dengan ambisi menghapus tren negatif di babak 16 besar. Klub berjuluk "The Lions" ini memiliki catatan kelam di fase ini, termasuk kekalahan agregat telak 1-12 dari Bayern Muenchen pada musim 2008-2009 dan 0-5 dari Manchester City pada 2021-2022.

Selain itu, Sporting belum pernah merasakan kemenangan tandang di fase gugur kompetisi Eropa dalam 15 laga terakhir sejak 2005. Meski demikian, performa domestik anak asuh Rui Borges tetap patut diwaspadai. Sporting saat ini menghuni posisi kedua klasemen Primeira Liga dan belum terkalahkan dalam 12 laga terakhir.

Di fase grup Liga Champions, mereka bahkan sukses menumbangkan tim-tim besar seperti Paris Saint-Germain dan Athletic Bilbao untuk mengamankan posisi ketujuh.

"Mereka adalah tim yang telah menunjukkan kualitas dan kolektivitas yang sangat kuat. Mereka telah menang di kandang dan tandang melawan tim-tim besar Eropa dan dunia, yang menjadi sebuah peringatan bagi kami," kata pelatih Sporting CP, Rui Borges. (Ndf/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya