Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Parlemen Inggris Usul Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat Karena Sengketa Greenland

Thalatie K Yani
20/1/2026 07:22
Parlemen Inggris Usul Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat Karena Sengketa Greenland
Piala Dunia 2026(Instagram)

KETEGANGAN diplomatik antara Inggris dan Amerika Serikat terkait ambisi Presiden Donald Trump terhadap Greenland mulai merembet ke ranah olahraga dan seremoni kenegaraan. Dalam sebuah debat mengenai keamanan Arktik, Senin (19/1), sejumlah anggota parlemen Inggris mengusulkan langkah ekstrem sebagai bentuk protes terhadap kebijakan luar negeri AS.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif, Simon Hoare, secara terbuka menuduh Trump telah tidak menghormati sekutu-sekutunya. Ia menyarankan agar Inggris memberikan respons yang setimpal dengan menyasar hal-hal yang dapat menyinggung harga diri sang presiden.

Melawan Api dengan Api

Hoare menilai pendekatan diplomatik biasa tidak lagi cukup menghadapi gaya kepemimpinan Trump. Ia mempertanyakan apakah rencana kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat tahun ini masih layak dilanjutkan.

“(Trump) itu berkulit tipis (mudah tersinggung), memiliki ego besar, dan dia tidak suka dipermalukan. Apakah kunjungan kenegaraan (oleh Raja Charles ke AS) harus tetap berjalan tahun ini? Apakah tim sepak bola harus bermain di stadion-stadion Amerika untuk Piala Dunia? Ini adalah hal-hal yang akan mempermalukan presiden di dalam negerinya sendiri. Kita sekarang perlu melawan api dengan api,” tegas Hoare.

Senada dengan Hoare, anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat, Luke Taylor, mendukung langkah tegas tersebut. Ia menilai Inggris saat ini tidak sedang berhadapan dengan pemimpin yang rasional.

“Saya setuju dengan anggota terhormat dari North Dorset (Hoare) dan bertanya kepada pemerintah apakah mereka akan mempertimbangkan untuk membatalkan kunjungan Raja ke Amerika Serikat dan juga boikot Piala Dunia untuk menunjukkan kepada Donald Trump bahwa satu-satunya hal yang ia tanggapi adalah harga dirinya sendiri,” ujar Taylor.

Pemerintah Inggris Tetap Pilih Jalur Diplomasi

Meski desakan boikot dan pembatalan kunjungan raja mencuat di parlemen, pemerintah Inggris tampaknya masih memilih untuk menahan diri. Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, memberikan tanggapan terukur terhadap usulan-usulan tersebut.

Cooper menegaskan Inggris tidak akan gegabah dalam mengambil langkah dan akan tetap mengedepankan jalur komunikasi formal dengan Washington. Ia menyatakan pemerintah Inggris akan terus melanjutkan upaya diplomasi dengan Amerika Serikat meskipun terdapat perbedaan pandangan yang tajam terkait isu Greenland.

Isu Greenland telah memicu keretakan transatlantik setelah Trump dilaporkan memberikan tekanan, termasuk ancaman tarif, untuk memaksa pembelian wilayah otonom milik Denmark tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya