Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

FIFA Hadirkan Inovasi Football AI untuk Piala Dunia 2026

Basuki Eka Purnama
08/1/2026 10:15
FIFA Hadirkan Inovasi Football AI untuk Piala Dunia 2026
Logo FIFA.(AFP/Luke Hales / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

MENJELANG perhelatan Piala Dunia 2026, FIFA secara resmi menggandeng Lenovo untuk memperkenalkan serangkaian inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). 

Kolaborasi bertajuk Football AI ini dirancang untuk merevolusi tiga aspek utama sepak bola: teknologi perwasitan, analisis performa tim, serta pengalaman interaktif bagi penggemar di seluruh dunia.

Inovasi ambisius ini diumumkan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Chairman sekaligus CEO Lenovo Yuanqing Yang dalam ajang Lenovo Tech World 2026 di Sphere, Las Vegas. 

Peluncuran ini bertepatan dengan pembukaan pameran teknologi bergengsi CES, menandai langkah konkret FIFA dalam menjalankan misi strategis digital 2023–2027.

Transformasi Analisis Data Melalui Football AI Pro

Salah satu terobosan utama yang akan diperkenalkan pada turnamen di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat tersebut adalah Football AI Pro. Ini merupakan asisten pengetahuan berbasis AI generatif yang dikembangkan khusus untuk mendukung 48 tim peserta.

Teknologi ini bekerja di atas Football Language Model milik FIFA, dengan kemampuan menganalisis ratusan juta titik data sepak bola. 

Hasilnya, tim pelatih dapat mengakses wawasan tervalidasi dalam format teks, video, grafik, hingga visualisasi 3D. 

Kehadiran platform ini diharapkan mampu menciptakan kesetaraan akses data di level elit sepak bola dunia, meskipun penggunaannya dibatasi hanya untuk sebelum dan sesudah pertandingan.

Akurasi Offside dan Visualisasi Pemain 3D

Selain analisis tim, FIFA dan Lenovo memperkenalkan pengembangan signifikan dalam teknologi offside semi-otomatis melalui avatar pemain 3D. 

Dengan proses pemindaian digital yang hanya memakan waktu satu detik, sistem mampu menghasilkan model 3D presisi tinggi dari setiap pemain.

Model ini menjamin pelacakan yang jauh lebih akurat, bahkan dalam situasi rumit di mana pemain bergerak cepat atau pandangan kamera tertutup pemain lain. 

Menariknya, visualisasi ini juga akan diintegrasikan ke dalam siaran langsung. Penonton di stadion maupun di rumah akan mendapatkan gambaran keputusan VAR yang lebih realistis dan transparan. Teknologi ini sebelumnya telah sukses melewati tahap uji coba pada ajang FIFA Challenger Cup tahun lalu.

Pengalaman Baru Melalui Referee View

Inovasi terakhir yang diperkenalkan adalah versi terbaru dari Referee View. Mengandalkan perangkat lunak stabilisasi berbasis AI milik Lenovo, rekaman dari kamera yang menempel pada tubuh wasit kini akan terlihat jauh lebih stabil secara real-time. 

Teknologi ini meminimalisir guncangan akibat pergerakan wasit, sehingga memberikan sudut pandang orang pertama (POV) yang berkualitas tinggi bagi pemirsa.

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa integrasi teknologi ini adalah bagian dari upaya menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai perhelatan terbesar dan paling mutakhir dalam sejarah.

"Pemanfaatan AI dan teknologi digital akan membantu tim, wasit, serta memberikan pengalaman baru bagi penggemar di seluruh dunia," ujar Infantino. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya