Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN penuh sukacita atas keberhasilan Liverpool menjuarai Liga Premier Inggris berubah menjadi kepanikan setelah sebuah mobil menerobos kerumunan massa dan menyebabkan 27 orang harus dilarikan ke rumah sakit, pada Senin (26/5). Meski demikian, kepolisian setempat memastikan peristiwa tersebut bukan aksi terorisme.
Sebanyak 27 suporter Liverpool mengalami luka-luka, termasuk dua korban yang berada dalam kondisi serius. Kejadian itu berlangsung hanya beberapa menit setelah bus atap terbuka yang membawa para pemain the Reds melintasi jalan Water Street.
Puluhan ribu pendukung Liverpool memadati jalan-jalan kota di tengah hujan deras untuk menyaksikan arak-arakan skuad asuhan Arne Slot yang baru saja memastikan gelar juara liga. Namun suasana berubah drastis saat mobil itu menghantam kerumunan.
"Mobil itu melaju dengan sangat cepat," kata Harry Rashid (48) dari Solihull yang hadir bersama istri dan dua putrinya pada perade tersebut.
"Awalnya kami hanya mendengar suara orang-orang terlempar dari kap mobil. Itu mengerikan dan Anda bisa mendengar benturan saat dia menabrak orang-orang," imbuhnya.
Kesaksian lainnya menyebut mobil tersebut berbelok ke kiri, naik ke trotoar, datang ke arah kerumunan.
Di lokasi kejadian, para korban sempat dirawat di tenda darurat berwarna biru yang didirikan di tepi jalan. Empat orang, termasuk satu anak-anak, dilaporkan sempat terjebak di bawah mobil dan harus dievakuasi oleh tim penyelamat.
Perdana Menteri Keir Starmer mengapresiasi respons cepat dan keberanian aparat serta petugas layanan darurat.
"Mereka (petugas) mendukung dan merawat yang terluka dalam peristiwa mengerikan ini. Seluruh negeri mendukung Liverpool," kata PM Starmer.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan mobil akhirnya dihentikan oleh massa yang marah. Para suporter memecahkan kaca belakang kendaraan sebelum polisi datang untuk mengendalikan situasi.
Sebelum insiden tersebut, kota Liverpool diselimuti lautan merah. Suporter bersorak menyambut para pemain seperti Mohamed Salah dan Virgil van Dijk yang memimpin perayaan di atas bus. Semburan asap merah dari flare mewarnai parade yang menempuh rute sepanjang 16 kilometer dan berlangsung selama empat jam.(AFP/M-2)
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan komentar tajam terhadap kepemimpinan wasit dalam laga Man City vs Liverpool yang berakhir dramatis dengan skor 2-1 di Anfield
Manchester City menjaga asa mempertahankan gelar Liga Inggris setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Liverpool di Stadion Anfield, Minggu (8/2)
Manajer Liverpool Arne Slot memilih tidak mengomentari kartu merah yang diterima Dominik Szoboszlai dalam laga kontra Manchester City.
Pep Guardiola menegaskan betapa sulitnya meraih kemenangan di kandang Liverpool. Laga Liverpool vs Man City berakhir dramatis dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Anfield.
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, merefleksikan kekalahan menyakitkan dari Manchester City di Anfield.
Manchester City akhirnya menang di Anfield di hadapan penonton untuk pertama kalinya sejak 2003. Simak reaksi Marc Guehi dan drama penalti Erling Haaland.
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, merefleksikan kekalahan menyakitkan dari Manchester City di Anfield.
Manchester City akhirnya menang di Anfield di hadapan penonton untuk pertama kalinya sejak 2003. Simak reaksi Marc Guehi dan drama penalti Erling Haaland.
Bernardo Silva tegaskan kemenangan dramatis atas Liverpool di Anfield adalah harga mati bagi Manchester City untuk tetap menjaga asa juara Liga Premier Inggris.
Erling Haaland ungkap kegembiraannya setelah penalti menit akhir bawa Man City menang atas Liverpool.
Manajer Liverpool Arne Slot tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Liverpool kena comeback Manchester City di Anfield.
Pep Guardiola sebut Bernardo Silva sebagai salah satu pemain terbaik dunia setelah pimpin comeback Man City atas Liverpool.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved