Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) memuji Menteri BUMN, yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir karena membenahi federasi sepak bola tanah air secara menyeluruh.
Jokowi melihat keseriusan Erick dari persiapan Piala Dunia U-17. Dia terkesan PSSI menggelar seleksi Timnas U-17 sampai berkeliling ke 10 kota.
Bukan hanya Jokowi, kepemimpinan mantan bos Inter Milan itu juga diapresiasi mayoritas masyarakat Indonesia. Hal itu tercermin dari survei terbaru yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebut 90,4% masyarakat puas atas kinerja Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI.
Baca juga : PSSI: Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2025
Pakar Manajemen Prestasi Olahraga Prof Djoko Pekik mengakui terobosan dan gebrakan yang dilakukan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir membawa hasil yang baik bagi pembenahan sepak bola Indonesia.
Djoko Pekik mencontohkan upaya Erick dalam melakukan seleksi pemain Timnas U-17 yang dinilai sangat tepat. Meski hanya 10 kota, hal tersebut sangat baik meskipun dengan waktu sangat singkat karena hanya menyisakan tiga bulan.
“Prinsipnya setuju dengan pola seleksi tersebut. Sepakat (dengan pujian Presiden), akan lebih baik di banyak tempat. Tapi mungkin karena waktu pendek sehingga hanya di 10 kota,” kata Prof Djoko Pekik kepada wartawan, Kamis (13/7).
Baca juga : Erick Thohir: FIFA Puji Kesuksesan Indonesia
Diakui Prof Djoko Pekik, dengan menyisakan waktu tiga bulan sangat sulit menyiapkan tim yang tangguh. Meski begitu, Guru Besar Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta ini optimistis tim Garuda muda mampu menembus 8 besar bahkan final Piala Dunia U-17 sebagaimana yang permintaan Presiden Jokowi kepada PSSI.
“Agak sulit (menyiapkan tim tangguh dalam tiga bulan). Target boleh saja, tetap harus optimistis, namun kita harus realistis untuk masuk final cukup berat, target masuk 8 besar sudah cukup bagus,” jelasnya.
Prof Djoko Pekik tidak menampik pujian Presiden Jokowi kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang mampu mengubah wajah sepak bola Indonesia, baik manajemen maupun kualitas sepak bola yang kian profesional, baik itu timnas maupun liga Indonesia itu sendiri.
Baca juga : Erick Thohir: Final Piala Dunia U-17 Tontonan Berkelas
“Semoga memotivasi dan konsisten,” harapnya.
Ketua KONI Yogyakarta itu meminta PSSI terus memberikan perhatian serius dalam pembinaan pemain usia dini, serta perbanyak pelatih-pelatih yang berlisensi Pro Diploma atau lisensi level tertinggi yang diberikan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) demi kemajuan sepak bola Indonesia ke depan.
“Bina usia muda harus dimaksimalkan, kompetisi berkualitas dan bersih, perbanyak pelatih berlisensi Pro Diploma,” pungkasnya.
Baca juga : Penjualan Tiket Piala Dunia U-17 Lampaui Target FIFA
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 harus juga ditunjukkan dengan mempersiapkan timnas yang tangguh. Oleh karenanya, demi mencapai target yang diberikan presiden, kualitas timnas harus bisa bersaing dengan 23 tim negara lainnya.
"Tadi presiden meminta lolos ke final. Itu target tertinggi. Karena itu, khusus mencari 22 pemain terbaik, kami menjalankan program Talenta Garuda sebagai seleksi pemain tim nasional Indonesia U-17," kata Erick Thohir.
Dikatakan Erick Thohir, program seleksi pemain Timnas U-17 yang digelar di 10 kota ini akan melibatkan 10 klub Liga 1 yang bertindak sebagai host seleksi demi mendapatkan pemain-pemain yang berkualitas dan siap bersaing dengan negara lain di Piala Dunia U-17 2023.
Baca juga : Penjualan Tiket Piala Dunia U-17 Capai Target
"Program ini melibatkan 10 klub Liga 1 dari berbagai kota yang bertindak sebagai host seleksi dan juga direktur teknik PSSI, serta Asprov untuk mencari bakat-bakat terbaik yang tersebar di penjuru Indonesia," ucapnya.
Erick Thohir menambahkan seleksi Talenta Garuda muda juga mengikutsertakan para mantan pemain nasional yang kini bertindak sebagai pelatih dan pemandu bakat. Nama-nama seperti pelatih Timnas U-17 Bima Sakti, serta Rully Nerre, Budi Sudarsono, Firman Utina, Firmansyah, dan Indriyanto akan terjun untuk memantau seleksi para calon pemain muda yang diseleksi di 12 klub Liga 1.
"Talenta Garuda adalah program kolaborasi antara klub Liga 1, PSSI, dan Asprov. Klub Liga 1 memanggil calon pemain sesuai kebutuhan pelatih dan mempersiapkan hal-hal teknis seleksi. Lalu PSSI menjadi koordinatornya dan pemandu bakat, serta Asprov bersama direktur tekniknya memanggil pemain SSB, klub atau sekolah di daerahnya, sekaligus mendampingi. Kita sinergi untuk mencari 22 pemain terbaik," paparnya.
"Kami memang menerapkan passing grade yang tinggi. Ini tantangannya sebab bagaimanapun juga ini Piala Dunia FIFA pertama di Indonesia sehingga harus maksimal persiapan dan skuad Timnas U-17 kita. Para pemain kita harus punya passing akurat, dribbling bola yang kuat, dan shooting jitu. Garuda Muda tak boleh kalah bersaing. Kita harus bernyali dan yakin bisa bersaing," pungkasnya. (RO/Z-1)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, mengharapkan dukungan dari seluruh elemen sepak bola nasional usai PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
Jakarta, Herdman menyampaikan pandangannya. Ia melihat tekanan menjadi pelatih timnas Indonesia bukan sebagai masalah besar, melainkan sebagai sebuah keistimewaan.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
PSSI baru saja mengumumkan penunjukan Nova Arianto sebagai pelatih baru Timnas Indonesia U-20. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Nova layak memimpin timnss Indonesia di level U-20.
Coach Nova dan para pemain timnas U-17 ini akan menjadi kerangka untuk timnas U-20.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengingatkan para pemain Timnas Indonesia U-17 untuk tidak terlena setelah mencatatkan sejarah dengan kemenangan pertama Indonesia.
Evaluasi disebutkan bukan bentuk penilaian negatif, melainkan bagian dari proses rutin untuk peningkatan performa tim.
Erick Thohir mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Timnas U-17 Indonesia.
Kemenangan Indonesia 2-1 atas Honduras pada laga terakhir fase grup di Aspire Zone, Qatar, Senin (10/11) malam WIB, menjadi catatan bersejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved