Sabtu 20 Februari 2021, 04:00 WIB

Taktik Double-Six Thomas Tuchel

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Taktik Double-Six Thomas Tuchel

MI/Seno
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group

 

KETIKA kontraknya dengan Paris Saint Germain berakhir, Thomas Tuchel memang disebut-sebut akan ditunjuk sebagai pelatih Chelsea. Frank Lampard yang menangani the Blues bukanlah orang yang tidak punya jasa kepada klub asal pusat Kota London itu. Namun, Roman Abramovich tidak mungkin terus mempertahankan anak kesayangannya ketika prestasi klubnya terus terpuruk.

Akhir Januari, putusan berat itu akhirnya diambil Abramovich. Ia memberhentikan Lampard dan menunjuk Tuchel sebagai penggantinya. “Lampard tidak akan ke mana-mana. Dia akan tetap berada bersama kita di Chelsea,” ujar bos besar Chelsea mencoba menghibur Lampard dan mencegah pendukung fanatik the Blues sampai marah.

Di tangan Tuchel, Chelsea memang berubah. Setidaknya dalam enam pertandingan terakhir, hanya sekali Chelsea dipaksa bermain imbang 0-0 oleh Wolverhampton. Selebihnya, the Blues selalu meraih angka penuh dan itulah yang membuat Chelsea masuk kembali ke kelompok yang berpeluang lolos ke Liga Champions tahun depan.

Tuchel memang kembali menunjukkan kelasnya sebagai pelatih bertangan dingin. Sejak pertama kali menangani Mainz, pelatih asal Jerman itu mampu membuat klub yang ditanganinya menjadi tim yang pantas untuk diperhitungkan. Borussia Dortmund juga pernah tetap bisa bersinar meski ditinggal Juergen Klopp. Tahun lalu, ia mampu membawa PSG untuk pertama kalinya lolos hingga final Piala Champions.

Kunci kekuatan Tuchel ialah kemampuan untuk memahami karakter dari setiap pemainnya. Pelatih berusia 48 tahun itu bisa menjadikan pemain yang selama ini dipinggirkan sadar akan kekuatannya dan kemudian memberikan kontribusi terbaik kepada tim. Tuchel bisa melakukan pendekatan yang membuat kepercayaan diri seorang pemain kemudian bisa meningkat.

Kedua, Tuchel mampu memberikan pemahaman kepada para pemain untuk menjalankan taktik yang harus mereka jalankan di lapangan. Dengan pemain-pemain berkualitas yang dimiliki Chelsea, Tuchel bisa menerapkan bagaimana taktik double-six harus dijalankan para pemainnya agar bisa membawa kemenangan kepada tim.

 

Mateo Kovacic

Salah satu kunci keberhasilan Tuchel untuk bisa mengangkat kembali Chelsea dari keterpurukan ialah mendayagunakan gelandang asal Kroasia, Mateo Kovacic. Gelandang yang ditarik Chelsea dari Real Madrid itu tidak pernah diberi kesempatan bermain yang cukup oleh Lampard. Tuchel kini menempatkan Kovacic sebagai gelandang bertahan di depan pemain belakang.

Chelsea sebenarnya memiliki memiliki satu gelandang bertahan terbaik di dunia, yakni N’Golo Kante. Namun, Tuchel membutuhkan dua gelandang bertahan yang memungkinkan ia menerapkan taktik double-six. Apalagi Kante sering kali tidak bisa tampil karena cedera. Kovacic merupakan pilihan terbaik untuk menjadi salah satu pemain yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas sebagai double-six.

Pengamatan Tuchel tidaklah keliru. Kovacic mampu menjalankan peran yang baik dalam menerapkan taktik double-six. Ia mampu menjadi tandem yang bisa diandalkan, baik ketika berduet dengan Kante maupun Jorginho.

Visi permainannya yang jauh membuat Kovacic mampu menjadi pemain pertama yang memotong alur serangan lawan sebelum masuk ke daerah pertahanan Chelsea. Bersama Kante atau Jorginho, ia pun bisa menjadi pengatur serangan yang memungkinkan tiga penyerang the Blues mendapatkan pasokan bola yang cukup.

Di tangan Tuchel, Chelsea mampu menerapkan pola 3-4-3 dengan sangat efektif. Mereka tidak pernah merasa kekurangan pemain belakang karena ada double-six yang bisa berperan sebagai breaker di depan seorang center-back. Sebaliknya, ketika keluar menyerang, ada tujuh pemain yang bisa menjadi ancaman bagi kiper lawan.

Tuchel merasa tidak asing di Chelsea karena ada dua pemain yang ia kenal lama. Palang pintu Chelsea Thiago Silva merupakan orang kepercayaan saat menangani PSG. Center-back kawakan asal Brasil itu bahkan merupakan kapten kesebelasan saat Tuchel menangani PSG. Satu lagi penyerang asal AS, Christian Pulisic. Penyerang muda berbakat itu dibentuk Tuchel saat menangani Borussia Dortmund.

Selain adanya double-six dan Silva yang membentuk segitiga pertahanan, Tuchel memiliki kiper yang sangat safe, yaitu Eduardo Mendy. Kiper asal Senegal itu memberi kepercayaan diri kepada seluruh tim untuk fokus menjebol gawang lawan. Apalagi Tuchel mempunyai banyak pilihan yang sama baiknya untuk mengisi bek sayap. Ia punya Cesar Azpilicueta dan Reese James yang bisa menjadi bek kanan serta Ben Chilwell, Marcos Alonso, dan Antonio Rudiger yang mengisi bek kiri.

Untuk menggalang lapangan tengah, Tuchel masih memiliki pemain muda Callum Hudson-Odoi, Mason Mount, Billy Gilmour, atau Kai Havert. Rotasi pemain diperlukan tidak hanya untuk menjaga konsistensi permainan tim, tetapi juga bergantung pada siapa lawan yang harus dihadapi.

Demikian pula dalam menetapkan formasi di depan. Tuchel bisa menempatkan Timo Werner sebagai false nine. Namun, ia juga memiliki dua ujung tombak sejati, yakni Oliver Giroud dan Tammy Abraham. Apabila memainkan penyerang tengah murni, Werner digeser sebagai penyerang sayap yang bisa berduet dengan Hakim Ziyeth ataupun Pulisic.

 

Kemenangan kelima

Malam ini, Tuchel diuji untuk bisa melanjutkan tren kemenangannya. Chelsea mengincar kemenangan kelima berturut-turut saat berkunjung ke Stadion St Mary menghadapi tuan rumah Southampton. Kemenangan malam ini penting untuk mengukuhkan posisi di kelompok atas Liga Premier, sekaligus sebagai modal untuk bertandang ke kandang Atletico Madrid dalam menjalani 16 besar Liga Champions pertengahan pekan depan.

Seperti saat menghadapi Newcastle, Kovacic diharapkan bisa menjadi kunci untuk membuka kemenangan bagi tim. Ia tampil begitu tangguh untuk bisa keluar dari tekanan para pemain Newcastle dan memberikan umpan matang kepada baik Giroud maupun Werner.

“Saya sangat menyukai dia,” kata Tuchel. “Dia tidak banyak bicara, tetapi selalu mendengar. Kalau dibangunkan untuk latihan, dalam 15 menit sudah siap di lapangan. Ketika bermain, ia selalu tampil dengan semua kemampuan terbaik yang dimiliki. Dia merupakan pemain yang sangat bisa diandalkan.”

Southampton, meski tampil di kandang sendiri, sedang dihadapkan pada persoalan besar. Sejak membuat kejutan besar dengan mengalahkan juara bertahan Liverpool 1-0, the Saint enam kali berturut-turut harus menelan pil pahit. Bahkan yang paling menyakitkan, mereka pernah digunduli Manchester United 0-9. Itulah yang membuat posisi mereka melorot ke urutan ke-13.

Pelatih Ralph Hasenhuttl berharap pertandingan malam ini bisa menghentikan hasil buruk yang dialami tim asuhannya. Pelatih asal Austria itu berharap anak asuhannya bisa tampil dengan rasa percaya diri untuk bisa kembali bangkit dan membuat kembali kejutan besar.

Harapan itu terletak pada mantan pemain Liverpool, Danny Ings. Kecepatan yang dimiliki Ings bisa membuat para pemain belakang Chelsea terhenyak, sama seperti ketika ia mempermalukan bekas klub lamanya.

Hasenhuttl kukuh untuk memainkan gaya Inggris 4-4-2. Ia sangat mengharapkan dua gelandang sayap memberikan umpan-umpan silang bagi dua penyerang the Saint, Ings dan Nathan Redmond.

Pemain pinjaman dari Liverpool Takumi Minamino harus bisa menggerakkan tiga rekannya, Oriol Romeu, James Ward-Prowse, dan Stuart Armstrong, untuk berani bertarung dengan empat gelandang Chelsea. Apabila mereka mampu mengimbangi permainan Jorginho dan kawan-kawan, harapan bagi Southampton untuk mengimbangi the Blues bisa didapatkan.

Dengan belajar dari pengalaman pahit saat menghadapi 'Setan Merah', empat pemain belakang the Saint harus lebih disiplin dalam menjaga daerah mereka. Pemain asal Belanda Jannik Vestergaard harus mampu menjadi komandan dalam menjaga pergerakan pemain lawan. Bersama pemain asal Polandia, Jan Bednarek, ia benar-benar menjadi tumpuan the Saint.

Kiper Alex McCarthy harus lebih cerewet untuk mengingatkan rekan-rekannya dalam mengambil posisi. Terutama dua bek sayap Ryan Bertrand dan Kyle Walker-Peters tidak boleh lengah dan tidak memberi ruang cukup kepada para penyerang sayap Chelsea untuk banyak beraksi.

Baca Juga

AFP

Sepasang Gol Mbappe Bawa PSG Bantai Dijon

👤Ant 🕔Minggu 28 Februari 2021, 01:57 WIB
Hasil tersebut mengembalikan PSG ke jalur kemenangan setelah dalam pertandingan terakhirnya dipermalukan AS...
AFP

Messi dan Dembele Pimpin Barca Tekuk Sevilla

👤Ant 🕔Minggu 28 Februari 2021, 01:08 WIB
Barca sementara naik ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 53 poin, sembari menunggu hasil pertandingan Real Madrid...
AFP

Ditahan Spezia, Parma Perpanjang Puasa Kemenangan

👤Ant 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 23:56 WIB
Spezia tetap posisi ke-16 tapi kini dengan 25 poin, sedangkan Parma tetap posisi ke-19 dengan 15...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya