Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
NEYMAR menyuarakan kekesalan dan penyesalannya karena tidak mengambil tindakan yang lebih keras terhadap pemain Marseille Alvaro Gonzalez atas tuduhan aksi rasisme oleh bek tersebut kepada mega bintang asal Brasil itu.
Paris Saint-Germain (PSG) kalah 0-1 dari Marseille pada Senin (14/9) WIB dalam laga lanjutan Ligue 1. Tetapi, laga tersebut dirusak oleh perkelahian di akhir pertandingan dengan lima pemain mendapatkan kartu merah karena terlibat dalam insiden itu.
Neymar adalah pemain terakhir yang diusir lapangan karena menampar bagian belakang kepala Gonzalez dan ia menuduh bek asal Spanyol itu mengeluarkan perkataan rasisme saat ia meninggalkan lapangan.
Baca juga: Neymar Menyesal tidak Gampar Wajah Pemain Marseille
Pemain Brasil itu kemudian mengungkapkan kekesalannya usai pertandingan di akun media sosialnya terhadap Gonzalez.
"Satu-satunya penyesalan saya adalah tidak memukul wajah si bajingan itu," tulis pemain berusia 28 tahun itu di Twitter yang dikutip Goal, Senin (14/9).
"VAR menangkap kejadian itu dengan mudah," tulis Neymar seusai laga. "Sekarang saya ingin melihat gambar orang yang memanggil saya monyet, saya mau lihat."
Neymar kemudian kembali mengunggah lagi tulisan di Twitter, dengan menuduh Gonzalez menggunakan perkataan rasial terhadapnya di lapangan.
PSG kini telah kalah dalam dua pertandingan pertama mereka di musim baru Ligue 1, pertama kalinya sejak 1984-85, dengan tim asuhan Thomas Tuchel juga kalah 0-1 melawan Lens pada 10 September.
Pelatih Marseille Andre Villas-Boas kemudian membela Gonzalez pascapertandingan saat ia menuduh Angel Di Maria meludahi salah satu pemainnya.
Ditanya apakah Gonzalez bersalah karena membuat pernyataan rasial, Villas-Boas menjawab, "Saya tidak berpikir demikian, karena Alvaro adalah pemain berpengalaman. Tidak ada ruang untuk rasisme dalam sepak bola. Saya tidak berpikir ia melakukannya."
"Neymar sedikit kesal dengan situasi ini di akhir pertandingan. Saya berharap itu tidak mengganggu kemenangan ini," tambah pelatih asal Portugal itu. "Kami juga tahu Di Maria meludahi salah satu pemain kami. Itu adalah El Clasico dan kami harus mengingat kemenangan bersejarah ini untuk Marseille."
Tidak lama berselang, Alvaro Gonzales mencoba membela diri dan membalas ucapan Neymar.
"Tidak ada tempat untuk rasisme. Sebuah karier yang bersih dengan banyak rekan satu tim dan teman setiap hari," tulis Gonzalez.
"Terkadang, Anda harus belajar bagaimana merasakan kekalahan dan menerimanya di lapangan," balasnya.
Saat PSG kembali mengalami kekalahan, Marseille kini telah memenangi dua pertandingan pertama mereka di musim baru Ligue 1 setelah finis kedua musim lalu.
PSG selanjutnya akan menghadapi Metz pada Kamis (17/9) dan bermain tanpa Neymar, Layvin Kurzawa, dan Leandro Paredes yang mendapatkan kartu merah dalam laga melawan Marseille. (Ant/OL-1)
Paris Saint-Germain mencetak sejarah dengan kemenangan terbesar atas Marseille di Parc des Princes.
Sepanjang musim ini, statistik Paul Pogba terbilang sangat minim. Ia tercatat baru tampil dalam tiga pertandingan Ligue 1 bersama Monaco dengan total waktu bermain hanya 30 menit.
Meski harus bermain dengan 10 orang di 15 menit terakhir pertandingan, PSG menunjukkan mentalitas juara untuk meraih kemenangan atas Strasbourg.
Kemenangan atas Newcastle United menjadi harga mati bagi PSG demi mengamankan posisi di zona delapan besar klasemen Liga Champions untuk lolos otomatis ke babak 16 besar.
Memasuki laga Liga Champions di kandang PSG kali ini, Newcastle United datang dengan modal kepercayaan diri yang berlipat.
Paris Saint-Germain (PSG) bersiap menjamu Newcastle United dalam laga matchday kedelapan yang krusial bagi posisi kedua tim di klasemen.
Joe Willock menjadi sasaran akun anonim setelah gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir pertandingan laga antara Newcastle United dan Crystal Palace di St James' Park.
La Liga kembali diguncang isu rasisme setelah Marcus Rashford jadi sasaran chant rasis saat laga Barcelona vs Real Oviedo.
Naomi Osaka mengecam komentar rasisme Jelena Ostapenko di AS Terbuka 2025.
Tel, yang baru berusia 20 tahun, menjadi sasaran komentar bernada rasial usai Spurs kalah dalam adu penalti melawan PSG pekan lalu.
Mathys Tel menjadi sasaran pesan-pesan kasar di media sosial setelah Spurs kalah 4-3 dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti setelah sempat unggul dua gol di waktu normal.
Video polisi pukul pengemudi kulit hitam di Jacksonville, Florida, viral dan picu kemarahan publik. Kasus ini soroti kekerasan berlebihan & rasisme sistemik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved