Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Pedro Neto Terancam Sanksi UEFA Usai Insiden Dorong Ball Boy

Basuki Eka Purnama
13/3/2026 08:30
Pedro Neto Terancam Sanksi UEFA Usai Insiden Dorong Ball Boy
Penyerang Chelsea Pedro Neto (kanan)(AFP/Alain JOCARD)

BINTANG Chelsea, Pedro Neto, kini berada dalam bayang-bayang sanksi disiplin dari UEFA. Hal ini menyusul insiden tidak sportif yang melibatkannya dengan seorang ball boy dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG).

Pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge, Kamis (12/3) dini hari WIB tersebut, berakhir pahit bagi tuan rumah. 

Selain harus menelan kekalahan telak 2-5 dari tamunya, The Blues juga terancam kehilangan pilar penting mereka di leg kedua akibat tindakan emosional di menit-menit akhir laga.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula ketika Chelsea sedang berupaya mengejar ketertinggalan skor 2-4. 

Dalam tensi pertandingan yang meninggi, Pedro Neto berlari ke arah pinggir lapangan untuk mengambil bola guna mempercepat dimulainya kembali permainan. 

Namun, dalam prosesnya, pemain asal Portugal tersebut justru mendorong seorang ball boy hingga terjatuh.

Aksi tersebut sontak memicu keributan kecil di lapangan yang melibatkan pemain dari kedua kesebelasan. UEFA pun tidak tinggal diam. Melalui pernyataan resminya pada Kamis (12/3), badan tertinggi sepak bola Eropa itu mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai proses investigasi terhadap sang pemain.

“Proses disipliner telah dimulai terhadap Pedro Neto karena perilaku tidak sportif,” bunyi pernyataan resmi UEFA sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Permohonan Maaf dan Penyesalan

Sadar akan kekeliruannya, Pedro Neto segera menunjukkan gestur penyesalan usai peluit panjang dibunyikan. Kepada TNT Sports, Neto mengaku bahwa tindakannya tersebut murni merupakan luapan emosi sesaat karena situasi tim yang sedang tertekan.

“Kami sedang tertinggal dan dalam emosi pertandingan saya ingin cepat mengambil bola, jadi saya sedikit mendorongnya,” ujar Neto.

Pemain yang telah mengemas 10 gol dari 42 penampilan musim ini tersebut menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah cerminan karakternya. Sebagai bentuk permohonan maaf, Neto bahkan memberikan jersi pertandingannya kepada sang ball boy.

“Saya bukan orang seperti itu. Itu terjadi karena situasi panas di lapangan dan saya ingin meminta maaf. Saya bahkan memberikan jersi saya kepadanya. Saya benar-benar menyesal dan merasa harus meminta maaf langsung kepadanya,” tambahnya.

Sikap Klub

Senada dengan pemainnya, manajer Chelsea, Liam Rosenior, juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas nama klub. 

Ia menekankan bahwa Chelsea memiliki standar etika yang tinggi dan tidak membenarkan perilaku tidak pantas di atas lapangan hijau.

“Bila ada sesuatu dari pihak kami yang salah atau tidak pantas, saya meminta maaf atas nama klub,” tegas Rosenior dalam konferensi pers usai laga.

Kini, nasib Pedro Neto berada di tangan komite disiplin UEFA. Jika dijatuhi hukuman larangan bertanding, Chelsea dipastikan akan menghadapi misi mustahil di Paris pekan depan tanpa kehadiran salah satu mesin gol utamanya tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya