Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Dulu saya ingin hidup
Bersama dia
Menyebut kembali namanya yang bersih.
Saya adalah dia.
Menjalani rutinitas —
Sembari duduk mengedit.
Saya ingat sebuah fakta
Dia cantik serupa bungkusan permen.
Dan dengan kelicikannya yang sederhana
Aya terpesona
Parasnya anggun.
Menghancurkan kejahatan:
"Saya tidak ingat... Dia juga tidak... Entahlah..."
Saya ingin menghapuskan setiap masalah:
"Perbaikilah diri masing-masing
Dan percayalah..."
... Kehidupan terus mengalir
Seperti biasanya;
Ini apa, itu apa.
Dia menolak hidup.
Tidak ingin berpaling.
Tidak ingin bergemang...
Dia tidak mau.
Saya suka,
Ketika melewati kota
Bersalju
Berkeliling dan berputar,
Tidak ada yang kukenal.
Semua seakan mati
Shaggy
Salju melayang perlahan
Dalam gaun cerpelai
Di Moskwa.
Dengan mantel mustela
Seorang siswa akan datang.
Dengan balutan cerpelai
Rumah tidak tertutup...
Saya suka melihat riak putih.
Ada lentera melayang di jalan
Terbakar.
Seolah-olah dipenuhi nyala api
Noli
Di rumah
Pelita menyala.
Bubuk-bubuk salju turun,
Saya berlari ke belakang.
Salju kusut di semak-semak...
Salju
Perlahan-lahan berguguran
Tenang —
Menutupi tanda
Jejak kaki!
"Berapa usiamu?..."
"Memang, berapa yang kamu tahu?..."
Perempuan itu melambaikan tangannya
Dan
Melantunkan lagu pahit —
Sederhana dan sendu:
"Mengapa kita perlu menghitung usia?"
Itu saja
Saya hanya bertanya. —
Dia bersulang
Untuk teman-teman yang datang.
Wajahnya memancarkan
Seberkas cahaya yang terang...
Perayaan hari ulang tahun
Bagi perempuan itu.
Tahun kelahiran
Baginya
Tidak perlu kemewahan!
Kita berjuang keras,
Begitu tenang.
Terkadang —
Keluar dari topik percakapan,
Terkadang —
Tanpa alasan.
Kita mengikrarkan sumpah persahabatan
Seperti wabah.
Kita saling iri,
Saya tidak tahu mengapa...
Kita saling memandang
Dari ketinggian imajiner,
Saya menghitung,
Teman yang lain
Sangat beruntung.
Kita tidak memaafkan kesalahan,
Cuma menyalahkan diri sendiri atas segalanya.
Kita tidak berjanji untuk bertemu.
Namun saling menelepon!
Itu semua sudah terjadi:
Pada siang hari, saya rapuh,
Ingin marah.
Telepon berdering keras:
"Apakah kamu di rumah,
Orang tua?"
Dia menjawab:
"Di rumah...
Terima kasih — saya akan senang...
Tapi..."
Lalu sejenak lesu,
Lamban,
Dan gelap gulita:
"Maaf...
Sedang sibuk...
Salam..."
Lalu saya diam dan geram.
Membanting gagang telepon
Menarik napas sejenak;
"Bung!"
Saya mendengar dering telepon di kegelapan
Kita pun muncul di tengah malam...
Dan mengingat sebuah pelanggaran.
Saya bertanya-tanya;
"Bagaimana kabar kamu?"
Hanya kudapati jawaban lesu
Dan sedih dari balkon atas.
Sesaat kita bergumam lembut:
"Sejauh ini..."
Ini adalah bagaimana terus hidup dan bertahan,
Kita bersumpah untuk sesuatu hal penting.
Mengerutkan kening dalam pikiran,
Dan saling merindukan satu dengan lainnya.
Biarkan saja
Sebagian orang menyebut kita kekanak-kanakan.
Selembar kertas
Putih bersih
Di hari keempat, —
Saya takut dengan kata-kata usang,
Seperti berada dalam kehampaan.
Baca juga: Puisi-puisi Maxim Gorky
Baca juga: Puisi-puisi Anna Akhmatova
Baca juga: Puisi-puisi Vladimir Mayakovsky
Robert Ivanovich Rozhdestvensky, lahir di Koshikha, Siberia, 20 Juni 1932 dan wafat di Moskwa, Rusia, 19 Agustus 1994. Adalah seorang penyair, penerjemah, dan penulis lagu. Pemenang Penghargaan Sastra Negara Uni Soviet (1979) dan Penghargaan Lenin Komsomol (1972), dan Peraih Ordo Lenin (1984). Sejak 1976 hingga akhir hidupnya pernah dipilih sebagai Sekretaris Persatuan Penulis Uni Soviet. Ia adalah salah satu tokoh paling cerdas dari Angkatan Puisi Rusia 60-an. (SK-1)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved