Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Aku ingin menciummu,
tapi cemas tuk menunggu sebulan lagi,
mataku menengok bintang-gemintang;
sebuah bintang jatuh dari langit pekat
dan mengabarkan ke laut biru,
laut biru memberitahukan dayung,
dayung menyerantakan Yani, si nelayan
lalu Yani menceritakan kepada Mara;
pada saat Mara mengetahuinya —
semua orang juga ikut mengendus di sekitarnya,
bagaimana aku sebut namamu di malam purnama
membiarkanku masuk ke taman yang harum,
bagaimana aku membelai dan menciummu
bagai pohon apel perak
menghujani kita dengan bunga-bunganya.
Aku tak pulas tidur semalam,
mendadak bangun, membuka jendela…
malam bisu menyiksa dan membakarku,
aroma bunga begitu memabukkan.
Tiba-tiba semak-semak berdesir
di bawah jendela, tirai terbuka, berisik —
seorang pemuda terbang ke arahku,
wajahnya cerah bagai cahaya bulan.
Terang pecah di dinding kamarku
tiang-tiang di belakang terbuka;
ada untaian berbinar di piramida
vas mawar pualam bersinar…
Tamu misterius itu mendekati tempat tidurku
dan berkata dengan senyum lembut;
"Mengapa kau lempar aku dengan bantal
kau sesal seperti ikan yang ciut!
Lihat ke sekeliling — akulah dewa, zat penglihatan dan mimpi,
sahabat rahasia si perawan yang pemalu…
membawa sukacita surgawi tuk pertama kalinya
bagimu dan ratuku..."
Dia bicara — merobek wajahku
dengan bantal panjang di tangan,
ujung pipiku dicium dengan hangat,
dia mendekati mulutku dengan mulutnya…
Pelan-pelan, aku lelah…
lengan terbuka di dada…
kudengar suara aneh; "Kau milikku! Kau milikku!" —
seperti bunyi harpa nun jauh…
Jam-jam berlalu... kubuka mata…
damai meredup saat fajar menyingsing…
aku sendiri, tubuh gemetar, jalinan berkembang…
tak tahu apa yang telah terjadi padaku…
Wahai orang pemberani! Percayalah pada cinta sebab ia mendatangkan kebahagiaan.
Fortunata
cintailah aku tanpa pikir panjang,
tanpa kerinduan, tanpa kefatalan,
tanpa celaan, tanpa keraguan kosong!
Apa yang perlu dipikirkan? Aku milikmu, kamu milikku!
Lupakan, tinggalkan, serahkan dirimu padaku!
Jangan menatapku dengan sedih!
Jangan coba mengurai apa yang ada di hati!
Berikan dirimu seutuhnya kepadaku — lalu pergilah!
Aku enggan menghitung dan mengukur cintamu;
tidak pernah, sebab seluruh jiwaku mencintaimu.
Aku suka tertawa, bersumpah, dan percaya…
ah, betapa baiknya hidup ini, sayangku!..
Percayalah pada cinta, bahagia itu ada,
yakinlah sepertiku, wahai orang pemberani,
kami selalu ada bersamamu dan akan
mengecup keningmu selamanya…
Dua kekuatan roh menimbulkan
perselisihan bagi seseorang pria:
Roh pertama ialah penjaga pintu Taman Eden,
sang malaikat abadi sejak dahulu kala.
Roh kedua ialah kejahatan,
si penguasa dunia suram:
hidup di atas porfiri berapi-api
dengan dua sayap api menyala-nyala.
Namun kemenangan berpihak kepada
pria yang terlahir dari debu, benarkah?
Ia akan membeli mahkota palem abadi
atau secawan anggur, mungkinkan?
Malaikat Tuhan selalu tenang dan jernih:
sinar kerendahan hati menyertainya,
namun iblis yang sombong itu sangat cantik,
begitu bersinar dan berdaya tipu kuat!
Baca juga: Puisi-puisi Anna Akhmatova
Baca juga: Puisi-puisi Yevgeny Yevtushenko
Baca juga: Puisi-puisi Boris Pasternak
Apollon Nikolaevich Maikov, penyair, lahir di Moskwa, Kekaisaran Rusia, 4 Juni 1821. Dia adalah anggota kehormatan Akademi Saint Petersburg dan pesastra pasca-Pushkin. Pada 1837, masuk kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Saint Petersburg. Menulis puisi liris untuk didedikasikan bagi seni, sejarah, dan alam. Sejumlah antologi puisinya Maikov yang terkenal, yaitu Dua Takdir, Katedral Clermont, dan Masha. Dia meninggal di Saint Petersburg, 20 Maret 1897. Puisi-puisi Maikov diterjemahkan oleh Iwan Jaconiah, penyair, editor puisi Media Indonesia, dan kurator antologi puisi Doa Tanah Air: suara pelajar dari negeri Pushkin (Pentas Grafika, Jakarta, 2022). Ilustrasi header: G Perov, Potret A N Maikov (1872), Biblioteka Lenina. (SK-1)
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved