Selasa 27 April 2021, 22:42 WIB

Belajar Puasa untuk Anak, Mengajari Pola Hidup Disiplin

Mediaindonesia.com | Ramadan
Belajar Puasa untuk Anak, Mengajari Pola Hidup Disiplin

Dok Retno Hemawati
Model: Chika Rukmana

Dokter Spesialis Anak dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan puasa bermanfaat untuk anak yang sedang belajar beribadah di bulan Ramadan, mengajari pola hidup disiplin melalui pola makan yang terjadwal sehingga tubuh anak akan lebih sehat.

Baca juga: Yuni Shara

"Tubuh anak menjadi lebih sehat, jadwal makan terjadwal, racun di dalam tubuh terbuang, anak menjadi belajar bersabar mengendalikan diri, melembutkan hati sang anak untuk membantu sesama, memupuk jiwa sosial tinggi pada anak, dan yang pasti dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” kata Desy dalam keterangannya, Selasa (27/4).

Ketika berpuasa, anak juga diajari untuk belajar menahan hawa nafsu sehingga turut belajar cara bersabar dan mengendalikan diri. Kegiatan-kegiatan sosial seperti bersedekah juga banyak dilakukan selama Ramadan, orangtua pun dapat memperkenalkan anak untuk peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.

Dokter mengatakan anak-anak yang belum mencapai masa pubertas perlu diajak belajar puasa sejak dini. Idealnya, orangtua bisa mengajak anak belajar puasa sejak mereka menginjak usia tujuh tahun.

Agar anak tidak sulit bangun pada pagi hari, dokter spesialis anak di Primaya Evasari Hospital ini menganjurkan orangtua untuk menyesuaikan jadwal tidur anak. Percepat waktu tidur mereka 60 menit atau 30 menit dari biasa, sehingga anak lebih mudah dibangunkan untuk sahur.

Makanan dengan gizi seimbang yang mengandung nutrisi lengkap penting untuk dikonsumsi anak saat bulan Ramadhan. Dokter mengajurkan agar orangtua menyiapkan menu berbuka dengan indeks glikemik tinggi guna menaikkan gula darah. Ketika berbuka puasa, tubuh memerlukan kadar gula dengan segera.

Orangtua bisa memberi si kecil buah segar, manisan buah, donat, kentang atau roti. Kurma pun bisa menjadi pilihan yang baik.

“Tetap anak-anak harus mengonsumsi makanan seimbang yang mengandung nutrisi lengkap, terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Konsumsi cairan yang cukup dan jangan lupa untuk menyediakan menu favorit saat berbuka sebagai motivasi mereka agar puasa hingga Magrib. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan agar orang tua memberikan variasi makanan dalam hal bentuk, rasa, dan bahan dasarnya,” ujar dr. Desy. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

Dok. Amy Maulana

Takbir dan Salawat Bergema Sambut Idul Fitri di Dagestan Rusia

👤Humaniora 🕔Senin 17 Mei 2021, 08:00 WIB
Tradisi lebaran masyarakat muslim Dagestan yang unik adalah mengunjungi keluarga atau tetangga yang tahun ini berduka ditinggalkan mati...
ANTARA/ADENG BUSTOMI

Ketupat Lemak, Menu Wajib Lebaran di Kubu Raya

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 10:31 WIB
Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah di anyam. Beda dengan ketupat, pada umumnya ketupat...
Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-06-23

JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 23 Jun 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:37 WIB
Subuh : 04:47 WIB
Terbit : 06:01 WIB
Dzuhur : 11:55 WIB
Ashar : 15:17 WIB
Maghrib : 18:02 WIB
Isya : 18:58 WIB

TAUSIYAH