Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, Rabu (4/2). Abdullah menilai operasi tersebut menjadi bukti bahwa sektor perpajakan masih menjadi wilayah yang sangat rawan terhadap praktik penyimpangan kekuasaan.
“Kami mengapresiasi langkah KPK yang kembali mengungkap dugaan korupsi di bidang pajak. Ini menunjukkan bahwa pengawasan dan penegakan hukum tetap berjalan di tengah kerawanan sektor tersebut,” ujar Abdullah dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Legislator asal Dapil Jawa Tengah VI ini menyayangkan praktik korupsi di sektor pajak yang terus berulang. Padahal, menurutnya, negara telah memberikan gaji dan fasilitas yang jauh lebih besar dibandingkan institusi pemerintahan lainnya guna mencegah praktik lancung.
“Sudah banyak oknum yang ditangkap dan diproses hukum, tetapi tetap saja ada yang menyalahgunakan kewenangan. Ini sangat memprihatinkan, mengingat mereka sudah mendapatkan gaji yang tinggi dari negara,” tegasnya.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi. Ia menyebut pajak dan bea cukai merupakan dua bidang strategis yang saling berkaitan dengan penerimaan negara, namun kerap menjadi lahan basah.
“Pajak dan bea cukai adalah wilayah yang rentan penyimpangan karena bersentuhan langsung dengan arus keuangan negara. Karena itu, penindakan harus dibarengi dengan penguatan sistem pencegahan yang sistematis,” tambah Abdullah.
Abdullah mendorong KPK untuk tidak hanya fokus pada operasi penindakan (OTT), tetapi juga memberikan rekomendasi perbaikan sistem guna menutup celah korupsi sejak dini. Namun, ia menekankan pentingnya sanksi maksimal bagi mereka yang masih nekat melakukan tindak pidana korupsi.
“Jika masih ada yang nekat, maka harus dijatuhi hukuman yang berat agar menimbulkan efek jera bagi oknum-oknum lainnya,” pungkasnya. (Faj/P-3)
Penahanan Tersangka OTT Importasi Barang di DJBC
Selain Mulyono, KPK juga mengamankan satu petugas pajak serta satu pihak swasta. Pihak swasta tersebut merupakan wajib pajak dari PT BKB.
Hingga saat ini seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik KPK. Selain itu, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai.
Selain mobil, beberapa dokumen juga ikut disita saat penggeledahan KPK di rumahnya waktu itu. H
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Asep menjelaskan, KPP Madya sejatinya sudah memeriksa nilai lebih bayar pajak PT BKB. Sejatinya, ada Rp49,47 miliar kelebihan bayar dengan koreksi fiskal sebesar Rp1,14 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved