Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Hukum Pemilu Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menilai arah kebijakan yang paling konstitusional terkait ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu, justru bukan menaikkan atau menyesuaikan angka ambang batas melainkan menghapusnya atau 0%.
“Soal angka ideal ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029, saya justru berpandangan bahwa arah yang paling tepat adalah penghapusan parliamentary threshold,” kata Titi kepada Media Indonesia, Minggu (1/2).
Ia menjelaskan, Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116/PUU-XXI/2023 memang menempatkan ambang batas sebagai kebijakan hukum terbuka (open legal policy). Namun, kebijakan tersebut harus dibatasi oleh prinsip konstitusional, terutama kesetaraan nilai suara, proporsionalitas, dan perlindungan hak pilih warga negara.
“Ambang batas pada praktiknya telah menghasilkan jutaan suara sah pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi, sehingga mencederai prinsip representasi dalam sistem proporsional,” ujarnya.
Menurut Titi, menaikkan atau menurunkan ambang batas bukan hanya tidak rasional, tetapi juga berpotensi memperdalam ketidakadilan representasi politik. Ia menilai, penghapusan ambang batas justru lebih konsisten dengan prinsip dasar pemilu demokratis.
“Setiap suara memiliki nilai yang setara dan tidak boleh dihapuskan oleh desain aturan yang merugikan representasi pemilih,” tegasnya.
Lebih jauh, Titi mengingatkan DPR RI agar revisi UU Pemilu tidak dijadikan instrumen untuk menyederhanakan partai secara artifisial.
“Revisi UU Pemilu seharusnya menjadi momentum memperbaiki kualitas representasi, bukan alat memangkas kompetisi politik,” pungkasnya. (Dev/P-3)
Pembentuk undang-undang tetap wajib tunduk pada rambu-rambu konstitusional yang telah ditegaskan MK.
Ambang batas fraksi mengatur syarat minimum jumlah kursi bagi partai politik untuk membentuk fraksi sendiri.
Dinamika pembahasan revisi Undang-Undang Pemilihan Umum memasuki fase baru menyusul mencuatnya perdebatan mengenai syarat pembentukan fraksi di DPR.
Isu utama menuju Pemilu 2029 bukanlah sekadar penghapusan PT
Kebijakan ambang batas bukan sekadar instrumen penyaring peserta pemilu.
Suara yang sangat keras tidak hanya mengganggu telinga; paparan kebisingan di atas batas aman dapat merusak pendengaran secara permanen.
Penutupan kegiatan Wonder Voice of Indonesia sekaligus menjadi momentum lahirnya Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).
Kemampuan utama seorang pengisi suara ada pada teknik dalam membawakan naskah agar terdengar hidup dan dapat menyampaikan pesan dengan tepat.
Studi lintas spesies dari Universitas Eötvös Loránd mengungkap bagaimana otak manusia, anjing, dan babi memproses suara.
NasDem perlu memperluas basis dukungan di Jawa, menyasar pemilih kelas menengah bawah, dan menjangkau generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved