Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CENTER for Energy and Resources Indonesia (CERI) mendorong aparat penegak hukum, baik Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mengusut tuntas dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang dalam pemberian kuota pupuk urea nonsubsidi di PT Pupuk Indonesia (Persero).
Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, menyatakan bahwa pengusutan ini dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar indikasi kebocoran serta inefisiensi di tubuh PT Pupuk Indonesia (PI) senilai Rp12,59 triliun. Temuan fantastis tersebut sebelumnya telah diungkap oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Semester (LHPS) I Tahun 2025.
“Kami yakin Kejagung dan KPK sudah mengantongi LHPS I 2025 dari BPK, termasuk laporan soal dugaan korupsi kuota pupuk nonsubsidi. Kejagung harus segera tindaklanjuti temuan BPK itu karena sudah menjadi perhatian publik,” ujar Yusri kepada media, Senin (19/1).
Potensi Kebocoran
Dalam laporannya, BPK menyoroti mekanisme pelaksanaan penjualan urea dan amonia yang dinilai tidak memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), transparan, dan akuntabel. Temuan tersebut menjadi landasan kuat adanya ketidakberesan dalam operasional perusahaan pelat merah tersebut.
Agar dugaan korupsi kuota pupuk ini tidak menjadi polemik yang liar di tengah masyarakat, Yusri mendesak Kejagung atau KPK segera memanggil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia beserta pihak-pihak terkait lainnya.
“Jaksa Agung ataupun Ketua KPK harus turun tangan sebab kasus ini diduga melibatkan politisi dan nama-nama besar. Jangan sampai jajarannya tersandera intervensi politik dan masuk angin sehingga kasus itu tidak mereka tindaklanjuti,” tegas Yusri.
Desakan Transparansi
CERI mengingatkan bahwa transparansi dalam pengelolaan pupuk nasional sangat krusial bagi ketahanan pangan. Inefisiensi senilai triliunan rupiah yang ditemukan BPK harus dipertanggungjawabkan secara hukum agar tidak merugikan negara lebih jauh.
Yusri berharap penegak hukum tidak gentar menghadapi potensi intervensi dalam kasus yang menyeret nama-nama besar tersebut. Langkah tegas Kejagung dan KPK dinilai sebagai kunci untuk membersihkan BUMN dari praktik-praktik inefisiensi dan penyimpangan wewenang. (P-2)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggencarkan penggeledahan untuk mencari barang bukti dalam kasus dugaan pemerasan dalam proses seleksi calon perangkat desa di Kabupaten Pati.
KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dalam penggeledahan rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pati, Riyoso.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan turut mencermati polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar yang menjadi sorotan publik.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (27/2) setelah datang dan memulai penggeledahan di rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati Riyoso di Desa Ngarus Kecamatan Pati
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
MAKI mendesak Kejaksaan Agung segera menuntaskan proses hukum terhadap Riza Chalid, termasuk membuka opsi sidang in absentia.
Jaksa mendasarkan tuntutan mati karena Fandi dianggap bersalah tidak menolak atau memeriksa muatan kapal yang ternyata berisi sabu.
Kejagung menggeledah 16 lokasi terkait dugaan korupsi ekspor CPO, menyita dokumen, alat elektronik, dan mobil mewah. 11 tersangka ditahan 20 hari.
Kejagung mendalami dugaan korupsi ekspor CPO dan turunannya. Lebih dari 30 saksi diperiksa dan 11 tersangka telah ditahan selama 20 hari.
HASIL survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu, (8/2), mencatat adanya peningkatan perhatian publik terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved