Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Fadli Zon membela Presiden Prabowo Subianto dari kritik yang menuding adanya kebangkitan militerisme di masa pemerintahannya. Menurut Fadli, kepemimpinan kuat yang ditunjukkan Prabowo tidak bisa disamakan dengan praktik militerisme, apalagi diktator.
“Strong leadership bukan berarti militerisme apalagi dictatorship (kediktatoran),” ujar Fadli Zon melalui unggahan di akun X-nya, Selasa (6/1).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan RI itu menuturkan bahwa ia telah mengenal Prabowo lebih dari tiga dekade. Selama itu pula, ia melihat Prabowo memilih jalur demokratis untuk meraih kepemimpinan.
“Saya jadi salah seorang saksi perjalanan itu sejak saya kenal beliau lebih dari 30 tahun,” kata Fadli.
Menurut Fadli, gaya strong leadership yang dijalankan Prabowo kerap memotong birokrasi yang dianggap lambat. Namun, langkah tersebut bukan berarti otoriter, melainkan bagian dari upaya mempercepat kesejahteraan rakyat.
“Yang dipikirkannya hanya kesejahteraan dan kebaikan bagi rakyat, dan harus cepat terealisasi. Kadang harus memotong jalan panjang birokrasi. Beruntung kita punya kepemimpinan yang kuat di saat dunia sedang bergejolak,” ujarnya.
Presiden Prabowo sendiri mengaku mengetahui adanya kritik bahwa dirinya hendak menghidupkan kembali militerisme. Ia menanggapi kritik tersebut sebagai bentuk pengingat.
“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’,” kata Prabowo dalam puncak peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1).
Menanggapi kritik tersebut, Prabowo menyebut dirinya kemudian melakukan introspeksi dan berkonsultasi dengan para pakar hukum untuk mengevaluasi batas kepemimpinannya.
“Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintahannya terbuka terhadap kritik konstruktif. Menurutnya, kritik justru menjadi sarana pengawasan agar kebijakan negara tetap berjalan sesuai koridor. (E-3)
WACANA pemotongan gaji pejabat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dinilai logis sebagai langkah penghematan anggaran negara.
Wacana pemotongan gaji pejabat negara bukan hanya urusan angka atau penghematan, namun pernyataan politik yang benar-benar bisa menjadi politik simbolis atau otoritas moral.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan lahan milik badan usaha milik negara (BUMN) tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas komersial.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengomentari rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin melakukan pemotongan gaji pejabat khususnya para menteri dan anggota DPR RI.
EKONOM CORE Yusuf Rendy Manilet melihat langkah Presiden Prabowo Subianto yang membuka opsi pengurangan gaji pejabat negara sebagai inisiatif yang patut diapresiasi.
Purbaya juga melihat saat ini belum ada urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melebarkan defisit APBN.
DIREKTUR Amensty International Indonesia Usman Hamid menilai hadirnya anggota TNI di sidang Nadiem Makarim jelas menormalisasi praktik militerisme di pemerintahan sipil
Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menanggapi tuduhan yang menyebut dirinya ingin membangkitkan kembali praktik kepemimpinan militerisme.
Rekonsilidasi militerisme terjadi ketika kelompok politik sipil dan elite militer secara bersama-sama mendorong dominasi peran militer dalam kehidupan sipil.
Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra menyoroti, pemerintah saat ini justru menempatkan terduga pelanggar HAM berat pada posisi strategis di lingkaran elite dan politik nasional.
Pengesahan RUU TNI menjadi Undang-Undang disebut sebagai wajah militerisme pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved