Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CITA-cita demokrasi yang dicanangkan 27 tahun lalu sejak jatuhnya rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto makin jauh dari panggang. Koalisi masyarakat sipil menilai, kondisi demokrasi justru mengalami kemunduran yang mengkhawatirkan, terutama lewat disahkannya revisi Undang-Undang TNI.
Di samping itu, pekerjaan rumah negara atas penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat juga belum selesai sampai saat ini. Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra menyoroti, pemerintah saat ini justru menempatkan terduga pelanggar HAM berat pada posisi strategis di lingkaran elite dan politik nasional.
"Lebih dari seperempat abad sejak runtuhnya rezim otoritarian Soeharto, kondisi demokrasi di Indonesia justru menunjukkan kemunduran yang mengkhawatirkan," kata Ardi lewat keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Rabu (21/5).
Selain Imparsial, organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi adalah Centra Initiative, PBHI, Walhi, HRWG, Setara Insititute, De Jure, dan Raksha Initiatives. Bagi Koalisi, kemunduran demokrasi di Indonesia saat ini ditunjukkan lewat pelemahan institusi demokratis dan menguatnya peran militer dalam ranah sipil.
Namun, di samping itu, demokrasi di Indonesia juga mundur lewat upaya negara dalam mengelabui dan memanipulasi ingatan kolektif bangsa. Ardi mengatakan, alih-alih melanjutkan proses hukum terhadap belasan kasus pelanggaran HAM masa lalu, pemerintah malah berupaya memilih jalan berbalik arah.
"Upaya memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto, sosok yang bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran HAM dan represivitas negara, adalah bentuk paling nyata dari pengingkaran terhadap sejarah kelam bangsa ini," sambungnya.
(Tri/P-3)
Fadli Zon membela Presiden Prabowo Subianto dari kritik yang menuding adanya kebangkitan militerisme di masa pemerintahannya.
DIREKTUR Amensty International Indonesia Usman Hamid menilai hadirnya anggota TNI di sidang Nadiem Makarim jelas menormalisasi praktik militerisme di pemerintahan sipil
Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menanggapi tuduhan yang menyebut dirinya ingin membangkitkan kembali praktik kepemimpinan militerisme.
Rekonsilidasi militerisme terjadi ketika kelompok politik sipil dan elite militer secara bersama-sama mendorong dominasi peran militer dalam kehidupan sipil.
Pengesahan RUU TNI menjadi Undang-Undang disebut sebagai wajah militerisme pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Menteri Dalam Negeri mencopot Bupati Aceh Selatan memicu kritik.
Pembantaian massal 1965-1966, penembakan misterius (Petrus), tragedi Tanjung Priok 1984, Talangsari 1989, hingga penghilangan paksa aktivis 1997-1998.
INDONESIA ibarat bahtera besar yang dinakhodai para pemimpin andal pada tiga era berbeda.
AKTIVIS muda dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menilai rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Presiden Kedua Soeharto tak adil bagi para korban selama masa Orde Baru
Bahkan, kata dia, negara telah mengakui adanya masalah itu melalui TAP MPR yang menyinggung praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di era Orde Baru
Rencana pemberian gelar tersebut dinilai sebagai bentuk pemutihan sejarah kelam yang terjadi di masa Orde Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved