Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Dituding Bangkitkan Militerisme, Prabowo: Itu Kelompok Nyinyir

M Ilham Ramadhan Avisena
06/1/2026 06:19
Dituding Bangkitkan Militerisme, Prabowo: Itu Kelompok Nyinyir
Presiden Prabowo Subianto(Antara)

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menanggapi tuduhan yang menyebut dirinya ingin membangkitkan kembali praktik kepemimpinan militerisme. Ia menegaskan tudingan tersebut merupakan bagian dari kritik yang sah dalam demokrasi, namun mengingatkan agar tidak berubah menjadi fitnah yang memecah belah bangsa.

"Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, ‘Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme’. Wah, baru saya koreksi, apa benar? Oke baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana, iya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," ucapnya saat menyampaikan pidato pada perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1).

Prabowo menyakini, masa depan Indonesia tetap menjanjikan meski ada kelompok yang terus bersikap sinis. Ia memastikan pemerintahannya akan menjawab keraguan publik melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika.

"Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir. Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," tuturnya.

Prabowo turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk melampaui perbedaan dan kesalahan masa lalu demi membangun persatuan nasional. Ia menekankan, Indonesia membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, persaingan adalah hal wajar dalam demokrasi, tetapi harus diakhiri dengan persatuan demi kepentingan bersama.

"Sekarang kita harus bekerja sama, kita harus kompak, kita harus bahu-membahu. Yang kuat tarik yang lemah, yang lemah berhimpun bekerja sama, bersaing baik, tapi begitu pertandingan selesai bersatu, bersatu," kata Prabowo.

Dia juga merespons pandangan yang menyebut persatuan sebagai sikap yang tidak demokratis. Ia menegaskan demokrasi tetap membuka ruang kritik dan koreksi, namun menolak keras praktik fitnah.

"Ada yang mengatakan kalau bersatu itu tidak demokratis. Lho, demokrasi silakan, koreksi silakan, kritik bagus. Tapi fitnah itu tidak bagus," tandas Prabowo Subianto. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya