Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru berlaku hari ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sistem peradilan di Indonesia. Ia mengatakan KUHP dan KUHAP yang baru ini menjadi momentum berakhirnya penggunaan hukum pidana warisan kolonial yang telah digunakan selama lebih dari satu abad.
"Pemberlakuan KUHP Nasional dan KUHAP baru hari ini merupakan momentum bersejarah. Kita secara resmi meninggalkan sistem kolonial dan memasuki era penegakan hukum yang lebih manusiawi, modern, dan berakar pada nilai-negara Pancasila," ujar Yusril melalui keterangannya, Jumat (2/1/2026).
Yusril menjelaskan, KUHP Nasional yang baru mengubah pendekatan hukum pidana secara fundamental, dari yang sebelumnya bersifat retributif (pembalasan) menjadi restoratif (pemulihan). Fokus utama kini bukan lagi sekadar menghukum pelaku, melainkan memulihkan korban, masyarakat, dan pelaku itu sendiri.
Perubahan ini tercermin dalam penguatan pidana alternatif, seperti kerja sosial dan rehabilitasi. Khusus untuk kasus narkotika, penekanan pada rehabilitasi medis dan sosial diharapkan mampu mengatasi persoalan kelebihan kapasitas (overcapacity) di lembaga pemasyarakatan.
"KUHP baru ini menjaga keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan kepentingan masyarakat, serta memastikan pemidanaan dilakukan secara proporsional," tegasnya.
Selain hukum materiel, pemerintah juga memperbarui hukum acara melalui KUHAP baru yang menggantikan UU Nomor 8 Tahun 1981. Aturan baru ini dirancang untuk lebih menjamin Hak Asasi Manusia (HAM) sesuai dengan amandemen UUD 1945.
Beberapa poin krusial dalam KUHAP baru meliputi pengawasan ketat terhadap kewenangan penyidik, termasuk kewajiban penggunaan rekaman visual dalam proses penyidikan, serta penguatan hak korban dalam memperoleh restitusi dan kompensasi. Pemerintah juga mendorong efisiensi peradilan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Untuk mendukung kelancaran transisi, Yusril menyebut pemerintah telah menyiapkan 25 Peraturan Pemerintah (PP) dan satu Peraturan Presiden (Perpres). Ia menegaskan berlakunya prinsip non-retroaktif dalam masa peralihan ini.
"Perkara yang terjadi sebelum 2 Januari 2026 tetap menggunakan ketentuan lama, sedangkan perkara setelahnya tunduk pada KUHP dan KUHAP baru," jelas Yusril. (Faj/P-3)
Sejumlah pasal dalam KUHAP terbaru berpotensi mengancam kepastian hukum dan membuka ruang tindakan sewenang-wenang aparat.
KAPOLDA Banten Irjen Hengki mengatakan implementasi KUHP baru dan KUHAP baru yang mulai berlaku sejak 2 Januari 2026 membawa pergeseran besar dalam sistem peradilan Indonesia.
IMPLEMENTASI KUHP Baru yang mulai berlaku sejak 2 Januari 2026 tidak memberi ruang perdebatan soal masa kedaluwarsa perkara.
Semangat KUHAP baru adalah menciptakan keseimbangan antara kepentingan negara, hak korban, dan hak tersangka secara proporsional.
KUHP dinilai dapat memperkuat kontrol dan melepas hak kesehatan reproduksi dari perempuan.
PERSIDANGAN perkara pencemaran nama baik dengan terdakwa Budi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (20/1), menjadi sorotan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved