Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo menilai oknum jaksa yang terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi masih adanya praktik "sapu kotor" di institusi hukum Indonesia.
Sebelumnya, KPK menjaring oknum jaksa di Tangerang dan Jakarta terkait dugaan pemerasan WNA asal Korea Selatan, serta penetapan tersangka terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, beserta Kasi Intelnya.
Rudianto menilai OTT antarsesama aparat penegak hukum tersebut berfungsi sebagai kontrol.
“Interkontrol sesama aparat itu bagus, karena tidak bisa dipungkiri ada saja oknum yang masih ‘sapu kotor’. Praktik-praktik atas nama hukum itu masih sering terjadi di institusi penegak hukum kita,” ujar Rudianto melalui keterangannya, Rabu (24/12).
Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini memandang bahwa rentetan penangkapan jaksa oleh KPK kini tidak lagi mengejutkan publik. Menurutnya, seringnya kejadian serupa membuat masyarakat menganggap OTT di lingkungan Kejaksaan sebagai hal yang lumrah, bukan lagi sebuah prestasi istimewa dari lembaga antirasuah maupun tamparan yang mengejutkan bagi institusi terkait.
“OTT jaksa itu bukan pertama kali, sudah banyak peristiwa sebelumnya. Menurut hemat saya, kalau ditanya soal OTT ini, biasa saja, bukan barang baru. Menjadi hal biasa juga di mata masyarakat, bukan lagi barang istimewa,” katanya.
Rudianto mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan evaluasi total pada sisi pengawasan dan pembinaan personel. Ia menekankan bahwa sistem kaderisasi dan promosi jabatan harus dilakukan secara transparan guna mencegah penyimpangan di masa depan. (H-4)
Kasus ini menjadi sorotan tajam lantaran melibatkan konflik agraria antara warga sipil dan entitas pengelola aset negara yang berakhir pada dugaan praktik rasuah di meja hijau.
Pembinaan dan peringatan untuk menjauhi praktik korupsi selalu disampaikan kepada seluruh jajaran di bawah naungan PT Bandung.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Penahanan Tersangka OTT Importasi Barang di DJBC
Selain Mulyono, KPK juga mengamankan satu petugas pajak serta satu pihak swasta. Pihak swasta tersebut merupakan wajib pajak dari PT BKB.
Hingga saat ini seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik KPK. Selain itu, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan secara rinci kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kota Depok, Jawa Barat, pada 5 Februari 2026.
KPK menyebut ada dugaan penerimaan gratifikasi oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok Bambang Setyawan senilai Rp2,5 miliar.
KPK menyatakan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan meminta uang sebesar Rp1 miliar sebagai imbalan percepatan eksekusi lahan.
KPK menyatakan anak usaha Kementerian Keuangan, PT Karabha Digdaya, mencairkan invois fiktif senilai Rp850 juta guna memenuhi permintaan Ketua PN Depok.
KPK tetapkan lima tersangka OTT di Depok, termasuk Ketua PN Depok, terkait dugaan gratifikasi pengurusan sengketa lahan. Penahanan 20 hari pertama.
KPK lakukan OTT di Depok, menyita Rp850 juta dari Juru Sita PN terkait dugaan gratifikasi dan pengurusan sengketa lahan. Lima tersangka ditetapkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved