Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo menilai oknum jaksa yang terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi masih adanya praktik "sapu kotor" di institusi hukum Indonesia.
Sebelumnya, KPK menjaring oknum jaksa di Tangerang dan Jakarta terkait dugaan pemerasan WNA asal Korea Selatan, serta penetapan tersangka terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, beserta Kasi Intelnya.
Rudianto menilai OTT antarsesama aparat penegak hukum tersebut berfungsi sebagai kontrol.
“Interkontrol sesama aparat itu bagus, karena tidak bisa dipungkiri ada saja oknum yang masih ‘sapu kotor’. Praktik-praktik atas nama hukum itu masih sering terjadi di institusi penegak hukum kita,” ujar Rudianto melalui keterangannya, Rabu (24/12).
Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini memandang bahwa rentetan penangkapan jaksa oleh KPK kini tidak lagi mengejutkan publik. Menurutnya, seringnya kejadian serupa membuat masyarakat menganggap OTT di lingkungan Kejaksaan sebagai hal yang lumrah, bukan lagi sebuah prestasi istimewa dari lembaga antirasuah maupun tamparan yang mengejutkan bagi institusi terkait.
“OTT jaksa itu bukan pertama kali, sudah banyak peristiwa sebelumnya. Menurut hemat saya, kalau ditanya soal OTT ini, biasa saja, bukan barang baru. Menjadi hal biasa juga di mata masyarakat, bukan lagi barang istimewa,” katanya.
Rudianto mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan evaluasi total pada sisi pengawasan dan pembinaan personel. Ia menekankan bahwa sistem kaderisasi dan promosi jabatan harus dilakukan secara transparan guna mencegah penyimpangan di masa depan. (H-4)
KPKĀ belum bisa merinci total nominal yang disita karena masih dalam proses verifikasi.
Hingga saat ini para pihak yang terjaring OTT masih menjalani pemeriksaan intensif di Cilacap.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang ditangkap.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi senyap ini.
Tim di lapangan juga membawa sejumlah pihak lainnya yang diduga terlibat dalam perkara ini.
KPK ungkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari patok fee proyek 10-15% dari total anggaran Rp91,13 Miliar di Dinas PUPRPKP.
KPK mengizinkan tahanan, termasuk eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, bertemu keluarga saat Idul Fitri 21 Maret 2026. Simak jadwal dan syarat kunjungannya di sini.
KOMISIĀ Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengkaji lebih dalam konstruksi perkara dugaan pemerasan terkait tunjangan hari raya (THR) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Seluruh data dan temuan tersebut nantinya akan diuji secara mendalam dalam proses persidangan.
Budi mengatakan, penahanan ini dilakukan untuk kebutuhan penyidikan kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kemenag.
Peran Gus Alex pertama dalam kasus ini adalah mengoordinir pelaksana ibadah haji khusus (PIHK) di Indonesia, untuk pembagian kuota tambahan.
Penelusuran juga dilakukan dengan memeriksa saksi lain. Detil penerimaan dipastikan dibuka saat persidangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved