Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT kebijakan publik Agus Pambagio menilai penanganan bencana di Sumatra terganggu oleh lemahnya koordinasi antarinstansi pemerintah. Ia menyebut kondisi ini membuat distribusi bantuan tidak merata dan respons di lapangan berjalan tanpa komando yang jelas.
Menurut Agus, situasi berbeda terjadi pada masa kepemimpinan BNPB sebelumnya. Ia menilai saat itu koordinasi antarinstansi lebih terarah. "Waktu bencana tsunami, kemudian kemarin, apalagi itu. Yang masih ada Pak Doni, itu leadershipnya ada. Jadi koordinasinya jalan. Baik kan, sesama pemerintah, BNPB, dan sebagainya, ataupun dengan BUMN, dengan swasta, itu jalan koordinasinya. Sekarang kan sendiri-sendiri sepertinya," ujarnya saat dihubungi, Minggu (7/12).
Agus juga menyoroti faktor anggaran yang dinilai mempersulit gerak pemerintah pusat. Ia menyebut pembatasan anggaran pada akhir tahun membuat kementerian dan lembaga tidak bisa merespons secara optimal. "Memang anggarannya mungkin nggak ada. Udah habis, ini kan 16 sudah laporan penutupan anggaran. Jadi Menteri Keuangan bingung juga pasti,” katanya.
Minimnya koordinasi, menurut Agus, tampak dari pola informasi yang tidak sinkron antara pemerintah pusat dan laporan di lapangan.
Ia menilai absennya komando tunggal juga berimbas pada logistik dan mobilisasi bantuan. Pada kondisi ideal, kata Agus, bantuan dan transportasi logistik harus dikoordinasikan secara terpusat.
"Lalu koordinasinya kan ke satu orang. Sehingga deploy untuk bantuan, terus mengatur transportasi logistik ke sananya kan diatur," kata Agus.
Ia juga menyoroti tidak tampaknya peran kementerian teknis yang seharusnya berada di garis depan penanganan infrastruktur darurat. "Kalau bencana gini yang paling kerja keras seharusnya Kementerian PU. Karena dia harus menyingkirkan. Nah ini Menteri PU-nya tidak bersuara sama sekali kan. Menteri PU dan Menteri Perhubungan yang harus bergerak. Dua Menteri ini tidak ada suaranya," terangnya.
Ia juga menyebut Kementerian Sosial, ESDM, hingga Kominfo semestinya aktif karena menyangkut bantuan, energi, dan komunikasi yang ikut terputus. Menurutnya, kekacauan koordinasi diperparah karena pemerintah belum menetapkan status bencana nasional. Kondisi itu membuat komando tidak jelas dan pemerintah daerah terbebani tanpa kemampuan anggaran yang memadai. "Presiden juga tidak bilang apa-apa kan. Tidak bilang bencana nasional kan. Itu tambah memperparah karena komandonya hilang. Jadi diserahkan pada Pemda dan Pemda itu nggak punya uang," kata Agus. (Mir/P-3)
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari upaya legislasi yang telah diinisiasi pada periode sebelumnya.
Kesadaran hukum masyarakat memiliki dua dimensi utama, yakni afektif dan kognitif. Pada dimensi afektif, kepatuhan hukum lahir dari keyakinan bahwa hukum mengandung nilai kebenaran.
Yusril berpandangan pilkada tidak langsung melalui DPRD justru selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat, sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
Pemilu tidak semata-mata soal menang atau kalahnya partai politik, melainkan juga menentukan sistem kehidupan berbangsa, termasuk arah kebijakan ekonomi nasional.
Mendagri mengatakan telah mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian dan menyaksikan secara langsung kondisi warga yang memprihatinkan, terutama terkait kebutuhan sandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved