Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Wakil Ketua MPR Ibas Sebut Indonesia Jembatan Peradaban dan Perdamaian Dunia

Rahmatul Fajri
11/11/2025 12:17
Wakil Ketua MPR Ibas Sebut Indonesia Jembatan Peradaban dan Perdamaian Dunia
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono(Dok ist)

WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya peran Indonesia sebagai jembatan peradaban dunia dalam upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan kolaborasi global. Hal tersebut disampaikan Ibas dalam pidato pembuka World Peace Forum ke-9, yang digelar di Gedung MPR RI, Jakarta, dengan tema “Indonesia as a Bridge of Civilizations: From Dialogue to Global Collaboration, Strengthening Values and Creating Harmony.”

Ibas mengatakan dialog itu penting karena membuka pintu dan membuat semua pihak saling memahami. Namun, dialog saja tidak cukup. Ia mengatakan kemajuan sejati terjadi ketika kita bekerja bersama, baik di bidang pendidikan, budaya, teknologi hijau, hingga pembangunan ekonomi yang inklusif.

Ibas menegaskan bahwa Indonesia merupakan contoh nyata harmoni dan toleransi di tengah keberagaman, dengan lebih dari 1.300 kelompok etnis dan ratusan bahasa daerah yang bersatu dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Melalui politik luar negeri “Seribu Kawan, Tanpa Musuh” (Thousand Friends, Zero Enemy), Indonesia berperan aktif sebagai jembatan antara Utara dan Selatan, Timur dan Barat, Dunia Islam dan Dunia Barat.

“Kami tidak mengklaim punya semua jawaban, tapi kami berkomitmen untuk terus belajar, berbagi, dan berjalan bersama komunitas global menuju perdamaian dan saling pengertian,” kata Ibas, Selasa (11/10).

Dalam pidatonya, Ibas menyinggung pentingnya penguatan Wasatiyyat Islam (Islam yang moderat, adil, dan penuh kasih sayang) sebagai agenda global. Ia menyampaikan bahwa Indonesia telah membahas hal ini dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal OKI di Jeddah pada Desember 2024.

“Dunia membutuhkan Islam yang membawa kedamaian, bukan ketakutan. Islam yang menumbuhkan harapan, bukan perpecahan,” katanya.

Ibas juga menceritakan pengalamannya menjadi pembicara utama dalam China Economic and Social Forum 2025 di Xi’an, yang dihadiri oleh 120 delegasi dari 24 negara. Dalam forum tersebut, ia membagikan pengalaman Indonesia dalam membangun harmoni antara Islam, budaya Tionghoa-Indonesia, dan nilai-nilai Pancasila.

“Peradaban tidak tumbuh dalam kesendirian. Ia berkembang melalui pertukaran, kerja sama, dan pembelajaran bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ibas menekankan bahwa membangun perdamaian abadi tidak cukup hanya dengan berbicara, tetapi harus diwujudkan melalui kepemimpinan, kerja sama, dan tindakan nyata.

“Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi jembatan peradaban dunia menjembatani perbedaan dengan kebaikan, membangun kepercayaan dengan keadilan, dan menciptakan perdamaian serta kemakmuran melalui aksi nyata,” tutup Ibas.(H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik