Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan infrastruktur yang lebih merata di Pacitan, khususnya di tingkat desa. Ia sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ketahanan lingkungan dan gotong royong demi peningkatan kesejahteraan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibas saat melakukan Silaturahmi Kebangsaan bersama warga Desa Pelem, Pacitan, dalam rangka Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) dan meninjau langsung pelaksanaan program Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) pada Minggu (30/11).
Ibas menekankan bahwa pemerataan infrastruktur di level desa sangat penting agar pertumbuhan pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan.
"Alhamdulillah, dengan ikhtiar kita, pembangunan infrastruktur di Pacitan terus kita kawal agar lebih merata... Kita ingin desa-desa di Pacitan jalanannya semakin baik, rapi, dan menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya terjadi di kota, tetapi menyentuh hingga pelosok desa,” kata Ibas, melalui keterangannya, Selasa (2/12).
Meskipun bersyukur atas program yang sudah berjalan, Ibas mengakui bahwa kondisi jalan desa yang masih belum optimal menjadi pengingat bahwa perjuangan pembangunan masih harus dilanjutkan. Ia berjanji akan terus berupaya agar jalan-jalan yang masih rusak dapat dibenahi secara bertahap.
“Tuhan itu adil, saya datang ke sini justru melalui jalan yang belum halus. Itu artinya masih banyak PR yang harus kita selesaikan bersama untuk membangun Pacitan,” ujarnya.
Selain infrastruktur jalan, Ibas juga menyoroti kebutuhan dasar hunian layak. Ia menyebut di Desa Pelem sudah ada warga yang mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan alokasi 20 rumah per desa, masing-masing senilai Rp20 juta.
“Saya ingin keluarga-keluarga di desa ini tinggal di rumah yang lebih layak, lebih baik, dan lebih membahagiakan,” ungkapnya.
Ibas juga menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif. Ia memastikan Fraksi Partai Demokrat akan terus memperjuangkan beasiswa, seperti Beasiswa Indonesia Pintar, untuk memastikan tidak ada anak Pacitan yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Selain pembangunan fisik dan pendidikan, Ibas mengingatkan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk menanam pohon, menjaga kebersihan desa, dan mewariskan lingkungan yang sehat.
“Bencana tidak hanya datang dari kehendak Tuhan, tetapi juga akibat tangan manusia yang kurang menjaga alamnya. Karena itu mari kita jaga kebersihan desa kita," pesannya. (H-2)
FESTIVAL Film Horor (FFH) 2025 resmi digelar sebagai festival film horor pertama di Indonesia,
Garin Nugroho menegaskan bahwa keberadaan film horor menjadi pendukung terbesar dari industri perfilman Indonesia, dengan 70% film-film Indonesia adalah film horor.
SBY bersilaturahmi ke Yok Koeswoyo dan mengungkap rencana menggelar “Tribute to Koes Plus” di Pacitan, menampilkan 33 lagu legendaris bersama keluarga Koes.
Kehadiran Ibas menjadi puncak dari perayaan kegiatan yang bertujuan mempromosikan potensi pariwisata bahari di tanah kelahirannya tersebut.
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan khusus bagi nelayan Kabupaten Pacitan.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur untuk meninjau Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Ibas mengatakan dialog itu penting karena membuka pintu dan membuat semua pihak saling memahami. Namun, dialog saja tidak cukup
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, meninjau fasilitas Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat yang telah beroperasi selama empat tahun
Hal tersebut disampaikan Ibas saat kunjungan ke PT INKA di Madiun, Jawa Timur.
KETUA Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta para kader untuk menjauhi sikap flexing atau pamer kemewahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved