Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Ibas Soroti Kesejahteraan Petani dan Peluang Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis

Rahmatul Fajri
26/2/2026 23:24
Ibas Soroti Kesejahteraan Petani dan Peluang Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi(Istimewa)

WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), memulai rangkaian reses Ramadan 2026 di Kabupaten Ngawi. Kegiatan reses dimulai dengan menggelar dialog strategis bersama para petani dan penyuluh pertanian, Kamis (26/2). Dalam forum bertajuk 'Petani Kuat, Pangan Berdaulat, Rakyat Bahagia' tersebut, pria yang akrab disapa Ibas ini menekankan pentingnya stabilitas Nilai Tukar Petani (NTP) di tengah peningkatan produksi nasional.

Ibas memaparkan bahwa produksi beras nasional tahun 2025 telah mencapai angka 34–35 juta ton, naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Namun, ia mencatat tantangan besar masih membayangi karena NTP nasional masih fluktuatif di angka 110–120.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Satu dari tiga pekerja Indonesia ada di sektor pertanian, ini tulang punggung bangsa. Namun, kesejahteraan petani belum sepenuhnya stabil, ini tantangan kita bersama,” ujar Ibas melalui keterangannya, Kamis (26/2).

Anggota Komisi VI DPR RI ini menyoroti peluang besar bagi petani lokal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, proyeksi kebutuhan beras dan komoditas pangan untuk puluhan juta penerima manfaat harus mampu diserap dari hasil bumi desa sendiri.

“Ini peluang emas bagi petani Ngawi. Beras lokal, sayur, telur, hingga daging bisa masuk rantai pasok sekolah. Dengan pasar yang terjamin, harga di tingkat petani akan jauh lebih stabil,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, Ibas menerima keluhan langsung dari Wahdiono, Ketua HKTI Ngawi, terkait anjloknya harga gabah saat panen raya. Selain itu, petani di wilayah pesisir menyampaikan kebutuhan mendesak akan mesin pengering (dryer) untuk menjaga kualitas gabah agar tidak rusak akibat kadar air yang tinggi.

Merespons hal tersebut, Ibas menegaskan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang sesuai dengan kondisi spesifik lapangan. Ia memastikan aspirasi bantuan alat pertanian, seperti dryer dan alsintan lainnya, akan terus dikawal ke tingkat pusat.

“Kita tidak boleh membiarkan petani yang sudah bekerja keras justru merugi saat panen. Kebutuhan seperti pengering gabah harus menjadi perhatian agar kualitas terjaga dan nilai ekonomi meningkat. Pemerintah harus hadir menjaga stabilitas harga,” tegas Ibas.

Dorong Pertanian Modern untuk Anak Muda

Ibas juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi digital atau smart farming. Ia menilai penggunaan drone, sensor tanah, hingga pemasaran daring adalah kunci transformasi petani menjadi agropreneur.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat daerah, perwakilan dinas terkait, serta anggota DPRD Kabupaten Ngawi dari Fraksi Demokrat. Ibas menutup rangkaian dialog dengan menyerahkan sejumlah bantuan alsintan secara simbolis, mulai dari pompa air, traktor, hingga vitamin tanaman bagi produktivitas lumbung pangan Jawa Timur. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya