Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
MENTERI Koordinator untuk Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pemerintah masih mengkaji putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. AHY menekankan perlunya pemahaman yang lebih mendalam tentang konsekuensi dari perubahan sistem pemilu ini.
"Kami masih dalam tahap evaluasi, ini baru saja terjadi beberapa hari yang lalu. Saya rasa penting untuk kita menggali lebih jauh mengenai dampak dari perubahan sistem ini. Setiap perubahan pasti membawa efek atau konsekuensi yang harus kita pahami dan antisipasi bersama," kata AHY di Senayan, Minggu (29/6).
AHY menambahkan bahwa keputusan ini akan berdampak pada seluruh partai politik, termasuk Partai Demokrat. Menurutnya, yang paling utama adalah memastikan bahwa demokrasi di Indonesia tetap berjalan dengan baik dan berkualitas.
"Yang jelas, kita harus terus menjaga agar demokrasi tetap dalam kondisi yang baik dan berkualitas," ujarnya dengan tegas.
AHY menekankan bahwa pemilu adalah indikator krusial, namun bukan sekadar berfokus pada pelaksanaan dari segi kuantitas, tetapi juga pada pengaruh atau hasil pemilu terhadap kehidupan demokrasi dan pembangunan di masa yang akan datang.
Terkait pemisahan antara pemilu nasional dan daerah, AHY mengakui adanya sisi positif dan negatif yang perlu dianalisis secara bersama.
"Saat ada keputusan baru tentang sistem pemilu yang memisahkan pemilu nasional dari pemilu daerah, saya rasa kita perlu mengkaji kelebihan dan kekurangan yang ada," tegasnya.
AHY memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut untuk saat ini dan berencana menunggu hasil analisis yang lebih mendalam.
"Saya tidak akan berkomentar lebih jauh saat ini, saya akan melanjutkan kajian," tutup AHY.
Saat ini, pemerintah masih melakukan penelitian dan analisis lebih lanjut mengenai implikasi dari keputusan tersebut. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan yang tepat mengenai sistem pemilu di Indonesia.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. (Z-1)
Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyampaikan pemerintah tengah mencari investasi untuk pembangunan proyek Giant Sea Wall atau tanggul di pesisir pantai utara jawa (pantura)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merespons wacana penyediaan kereta khusus perokok di kereta api jarak jauh.
Lokasi ini dipilih untuk mencerminkan standar layanan tinggi, sekaligus menjadi representasi investasi jangka panjang dalam pengembangan infrastruktur helikopter di Indonesia.
Seluruh aspek yang dipaparkan dalam pidato presiden memiliki bobot yang sangat mendasar.
Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menepis isu hubungannya dengan Wapres Gibran renggang karena tidak disalami saat acara tersebut.
AHY enggan berkomentar lebih jauh. Dia menegaskan bahwa hubungannya dengan Gibran sangat baik.
Kenaikan suara NasDem bersamaan dengan penggunaan sistem proporsional terbuka yang menguntungkan partai tersebut.
NasDem perlu memperluas basis dukungan di Jawa, menyasar pemilih kelas menengah bawah, dan menjangkau generasi muda.
PUTUSAN MK No.135/PUU-XXII/2024 memunculkan nomenklatur baru dalam pemilu.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan agar pemilihan gubernur dipilih oleh pemerintah pusat atau presiden, sementara kepala daerah bupati atau walikota dipilih melalui DPRD.
Titi menekankan DPR harus segera membahas RUU Pemilu sebab putusan MK tidak bisa menjadi obat bagi semua persoalan pemilu saat ini.
Taiwan menggelar pemilu recall untuk menentukan kendali parlemen.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved