Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menjelaskan perjanjian dengan pemerintah Filipina soal pemulangan terpidana mati kasus narkoba, Mary Jane Veloso dalam rangka memperkuat diplomasi kedua negara.
Pemerintah Indonesia, kata dia, tidak mendasarinya pada prinsip resiprokal atau tidak ada keuntungan atau syarat yang bersifat timbal balik.
“Sampai hari ini belum ada (yang didapat) dari Filipina. Saya juga belum dapat data tentang apakah ada orang Indonesia dihukum mati di Filipina, jadi sampai saat ini tidak ada (permintaan) apa-apa ke Filipina, ini secara sukarela kami penuhi permohonan dari pemerintah Filipina dalam kasus Mary Jane,” kata Yusril usai menandatangani practical arrangement pada Jumat (6/12).
Mary Jane rencananya akan dipulangkan ke Filipina sebelum Natal. Perjanjian antara dua negara itu ditandai dengan penandatanganan surat practical arrangement antara Yusril bersama dengan Wakil Menteri Kehakiman Filipina, Raul Vazquez di Kantor Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta pada Jumat (6/12).
Yusril menjelaskan bahwa ide untuk memulangkan Mary Jane pertama kali terjadi karena adanya negosiasi dari Presiden Filipina, Ferdinand Marcos kepada Presiden Prabowo Subianto saat momen pertemuan kedua kepala negara usai pelantikan presiden pada 20 Oktober lalu.
“Presiden kita mempunyai keinginan untuk bagaimana menyelesaikan persoalan yang sudah begitu lama tidak terselesaikan. Lalu Pak Menlu juga mengatakan bahwa setiap kali ketemu pemerintah Filipina selalu menanyakan soal ini seperti kita gak ada penyelesaian. Maka kami mencari satu jalan keluar mengatasi masalah ini,” ujar Yusril.
Menurut Yusril, selain untuk memperkuat hubungan dua negara, salah satu dasar mengapa kebijakan pemulangan tahanan tersebut disepakati karena ia menilai Presiden Prabowo memiliki jiwa yang besar dan pemaaf sehingga masalah ini diminta untuk dituntaskan secara hukum.
“Jadi pak Prabowo kan orangnya berjiwa besar, pemaaf, gak pendendam dengan orang. Dia mengatakan kenapa kita tidak bisa selesaikan masalah ini,” katanya.
Yusril mengatakan meski Indonesia belum memiliki undang-undang khusus yang mengatur tentang pemindahan narapidana ke negara asal dalam UU pemasyarakatan, ia menekankan bahwa kebijakan pemulangan Mary Jane merupakan diskresi Presiden.
“Presiden punya kewenangan untuk memberikan grasi, amnesti dan sebagainya, itu sudah ada step-step prosedurnya. Kami tahu bahwa UU Pemasyarakatan memang mengatakan harus diatur dan sampai sekarang belum ada tapi dilarang pun enggak, menyuruh juga enggak. Jadi karena itu ini sepenuhnya adalah diskresi dari Presiden,” kata Yusril.
Sehingga atas dasar itu lanjut Yusril, Presiden memiliki kewenangan untuk mengambil sebuah keputusan dengan mempertimbangkan hukum yang berlaku dan mempertimbangkan asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam kebijakan pemulangan narapidana antar negara. (P-5)
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan menyerahkan pada para ahli hukum terkait pertimbangan permohonan grasi untuk Mary Jane Veloso, yang telah dijatuhi hukuman mati di Indonesia.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menyampaikan terima kasih pada pemerintah Indonesia karena telah memulangkan terpidana mati kasus penyelundupan narkoba Mary Jane Veloso ke negaranya.
Proses pemindahan narapidana Mary Jane dari Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta ke Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta telah berlangsung dengan sukses.
Yusril Ihza Mahendra telah bersepakatan dengan pemerintah Filipina untuk memulangkan terpidana mati kasus narkoba, Mary Jane Veloso, akan pulang ke Filipina sebelum Natal.
MENTERI Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemulangan terpidana mati kasus Bali Nine dan kasus narkoba Mary Jane sudah final.
Yusril menegaskan isu-isu teknis seperti mutasi, promosi, dan pendidikan akan tetap menjadi ranah internal kepolisian dan tidak seluruhnya dimuat dalam laporan kepada Presiden.
Pemerintah tetap melanjutkan penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penataan jabatan bagi anggota Polri aktif sebagai solusi transisi.
Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan ada wacana soal penempatan Polri di bawah naungan kementerian
Menurut Yusril, ketiadaan payung hukum yang komprehensif membuat negara belum optimal dalam merespons ancaman disinformasi secara sistemik.
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Usia Salemba tidak panjang, namun jejaknya sangat dalam dalam sejarah pers Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved