Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menyambut baik sekaligus mengapresiasi sikap tiga negara di Eropa, yaitu Spanyol, Irlandia dan Norwegia yang mendukung kemerdekaan Palestina.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menyatakan, pengakuan negara-negara Eropa tersebut menjadi pemantik wujudkan perdamaian di Palestina.
“Saya dan segenap warga bangsa ini tentu mendukung dan mengapresiasi sikap 3 negara Eropa untuk (mengakui negara) Palestina. Dengan begitu potensi damai di sana menjadi semakin terbuka lebar,” kata Cak Imin di Jakarta, Kamis (30/5).
Baca juga : Indonesia Dorong Negara Lain Ikut Akui Palestina
Dalam kacamata Cak Imin, konflik antara Israel dan Palestina sudah melampaui batas kemanusiaan. Ia pun mendorong konflik tersebut segera diakhiri.
“Saya kira tidak ada satupun negara maupun agama yang mau melegalkan konflik, tidak ada. Apalagi sampai melampaui batas kemanusiaan seperti di Gaza. Momentum dukungan ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mengakhiri konflik,” tegas Cak Imin.
Di samping itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia yang tidak henti mendorong negara-negara lain untuk mengakui negara Palestina.
Baca juga : Oposisi Israel Desak Netanyahu Akui Palestina dengan Syarat dan Jaminan Khusus
“Kita tahu Indonesia ini kan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Palestina, kalau di ASEAN, masih ada dua negara lagi yang belum mengakui, yaitu Singapura dan Myanmar. Saya harap dua negara ini bisa segera mengikuti Indonesia dan negara lain di ASEAN untuk juga mengakui Palestina,” tutur Cak Imin.
Dengan pengakuan ketiga negara ini, total ada 11 negara Eropa yang telah mengakui kemerdekaan Palestina. Yaitu Swedia, Siprus, Hungaria, Republik Ceko, Polandia, Slovakia, Romania, dan Bulgaria merupakan delapan dari 27 negara Uni Eropa yang telah mengakui Palestina sebelum Irlandia, Spanyol, dan Norwegia.
Selain negara-negara Eropa, sejumlah negara lain juga sudah memberikan pengakuannya atas kemerdekaan Palestina. Total ada 143 negara, termasuk negara-negara Eropa, yang telah mengakui Palestina. (Z-7)
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Anggota DPR RI Irine Yusiana mendesak pemerintah menerbitkan Inpres transportasi publik. Data MTI menunjukkan hanya 8% daerah yang alokasikan anggaran.
DPR RI mendesak investigasi menyeluruh atas gugurnya prajurit TNI dalam serangan misil di markas pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
DPR mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera mengeluarkan kesimpulan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus
Anggota Komisi III DPR Gus Falah Amru apresiasi penurunan angka kecelakaan Mudik 2026, namun ingatkan Polri agar terus berinovasi dan jangan cepat berpuas diri.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti temuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait maraknya pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
Komisaris UNRWA Philippe Lazzarini menyerukan pembentukan panel ahli tingkat tinggi untuk selidiki kematian 390 staf PBB di Gaza. Baca selengkapnya di sini.
SETIAP konflik pada akhirnya bisa dirundingkan, kecuali konflik yang mengatasnamakan Tuhan.
Knesset sahkan UU hukuman mati gantung khusus warga Palestina di Tepi Barat. Kebijakan ini memicu kecaman dunia internasional dan dituding sebagai praktik apartheid.
PASUKAN Israel menewaskan dua warga Palestina dalam insiden terpisah di Tepi Barat yang diduduki pada Senin (30/3). Ini dikatakan Kementerian Kesehatan Palestina dan militer Israel.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
KEPOLISIAN Israel mencegah Patriark Latin Jerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, untuk memasuki Gereja Makam Suci guna merayakan Misa Minggu Palma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved