Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka sudah menjadi bagian dari Golkar. Hubungan Golkar dengan kedua tokoh itu disebut dekat.
“Bagi kami Pak Jokowi dan Mas Gibran sudah masuk dalam keluarga besar Golkar. Tinggal tentunya formalitasnya saja,” kata Airlangga di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Rabu, 24 April 2024.
Airlangga mengatakan hal itu sejalan dengan dukungan Golkar dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Partai berlogo beringin itu mendukung Prabowo Subianto-Gibran.
Baca juga : Presiden masih Atur Waktu Pertemuan dengan Ketua Umum Parpol
“Partai Golkar selalu terbuka terhadap kader-kader terbaik bangsa ini dan jelas Pak Presiden Jokowi adalah kader terbaik bangsa,” ujar dia.
Jokowi dan Gibran disebut bukan lagi kader partai berlogo kepala banteng bermoncong putih itu. Hal itu disampaikan Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun.
"Ah orang sudah di sebelah sana, bagaimana mau dibilang bagian masih dari PDI Perjuangan, yang benar saja," kata Komarudin di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin malam, 22 April 2024.
Komarudin juga menekankan Gibran bukan lagi kader partai. Hal ini seiring dengan keputusan Gibran maju di Pilpres 2024 sebagai cawapres pendamping Prabowo.
(Z-9)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved