Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menyiapkan 2.809 personel untuk pengamanan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di provinsi itu pada Selasa (26/3) hingga Rabu (27/3).
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Djoko Wienartono mengatakan, Kapolda Sulteng Irjen Agus Nugroho telah memimpin rapat internal kesiapan pengamanan kunjungan kerja presiden pada Sabtu (23/3) lalu. Hasilnya, Polda akan mengerahkan 2.809 personel dalam pengamanan presiden.
“Pada rapat internal itu juga Polda memastikan pengamanan objek dan rute yang akan dilalui oleh presiden,” terangnya di Palu, Senin (25/3).
Baca juga : Istana Tampik Kunker Presiden Jokowi untuk Menangkan Paslon Tertentu, Benarkah?
Menurut Djoko, penetapan ribuan personel pengamanan itu berdasarkan objek dan rute perjalanan presiden.
“Karena objek dan rutenya ketahuan sehingga memudahkan kami untuk menyiapkan berapa personel untuk turun ke lapangan,” ungkapnya.
Djoko memaparkan, 2.809 personel yang terlibat pada pengamanan tersebut merupakan personel gabungan dari Polda Sulteng, Polresta Palu, Polres Sigi, Polres Donggala, Polres Parigi Moutong, Polres Tolitoli, Polres Banggai, dan Polres Banggai Kepulauan.
Baca juga : Jokowi Minta Audit Berlapis Meledaknya Tungku Smelter di PT ITSS Morowali
“Kunjungan kerja presiden berlangsung di beberapa kabupaten sehingga penyiapan personel dari Polres setempat juga,” tegasnya.
Dalam pengamanannya, jajaran Polda Sulteng akan berkoordinasi dengan pihak TNI, dan stakeholder terkait.
“Sebagaimana instruksi Kapolda personel yang terlibat pengamanan diminta melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu, masyarakat diimbau untuk berpartisipasi menjaga situasi kamtibmas di lingkungannya, agar rangkaian kunjungan kerja presiden bisa lancar, tertib dan aman,” tandas Djoko.
(Z-9)
GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terus memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA), khususnya di kawasan industri strategis seperti Morowali.
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Kelompok Kerja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik.
Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup
ATLET asal Sulawesi Tengah, Brigpol Akyko Micheel Kapito, dipastikan memperkuat tim nasional Teqball Indonesia pada Sea Games Thailand 2025.
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved