Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Standar K3 Meningkat, Disnakertrans Sulteng Apresiasi Penurunan Kecelakaan Kerja di Sektor Industri

Basuki Eka Purnama
11/2/2026 11:38
Standar K3 Meningkat, Disnakertrans Sulteng Apresiasi Penurunan Kecelakaan Kerja di Sektor Industri
Kepala Seksi Norma Kerja UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Provinsi Sulawesi Tengah, Benny SH(MI/HO)

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah memberikan apresiasi terhadap tren positif penurunan angka kecelakaan kerja di sektor industri pengolahan mineral. 

Langkah sistematis dalam menerapkan prosedur keselamatan dinilai menjadi kunci utama dalam melindungi hak-hak dasar tenaga kerja.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak dinas saat hadir sebagai narasumber dalam Workshop Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang diselenggarakan oleh PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI). 

Pihak regulator menilai adanya komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan terukur.

Penerapan SOP Menjadi Kunci

Kepala Seksi Norma Kerja UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Provinsi Sulawesi Tengah, Benny SH, menilai penurunan angka kecelakaan ini merupakan hasil dari penerapan standar K3 yang komprehensif. 

Hal ini mencakup pemberlakuan SOP yang ketat, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) standar, pelatihan rutin, serta identifikasi risiko secara berkala.

"Kita apresiasi terkait dengan menurunnya kecelakaan kerja di PT GNI, tapi yang paling penting kita harus tetap aware. Jangan kita lengah karena sudah turun angka kecelakaan kerja," tegas Benny.

Keselamatan sebagai Warisan Perusahaan

Senada dengan hal tersebut, Head of Department (HOD) HSE Corp PT GNI, Thomas Nicholas, menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah nilai fundamental yang ditanamkan kepada seluruh elemen perusahaan. 

Baginya, kepatuhan terhadap aspek K3 tidak boleh hanya berhenti pada pemenuhan regulasi administratif semata.

“Kami menyadari bahwa K3 ini bukan hanya mencakup kesehatan dan keselamatan kerja. K3 bukan sekadar aturan, tetapi merupakan warisan yang perlu dijaga keberlangsungannya di perusahaan. Budaya K3 harus hidup dan menjadi bagian dari keseharian seluruh pekerja,” ujar Thomas.

Ia menambahkan bahwa perusahaan secara berkelanjutan terus melakukan peningkatan sistem manajemen risiko dan pengawasan. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif agar aspek keselamatan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas departemen tertentu.

Sinergi Menuju Target Zero Accident

Guna memastikan operasional tetap selaras dengan standar nasional, sinergi erat dengan instansi ketenagakerjaan terus diperkuat melalui evaluasi dan pengawasan berkala. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

"Kami juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Benny selaku perwakilan dari Disnaker Provinsi. Kami percaya bahwa sinergi antara regulator dan industri adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem kerja yang akan meningkatkan keselamatan dan mencapai Zero Accident atau Nol Kecelakaan Kerja,” pungkas Thomas. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya