Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin menegaskan perlu ada evaluasi menyeluruh dalam kebijakan perberasan nasional. Hal ini lantaran stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog menipis. Dari catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indonesia kekurangan 2,4 juta ton beras untuk konsumsi rakyat.
"Harus ada evaluasi kebijakan ekonomi perberasan yang lebih holistik. Lebih menyeluruh menyangkut ekosistem perberasan," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (16/2).
Menurut Bustanul, kinerja Bapanas mesti dievaluasi karena dianggap tidak optimal melaksanakan tugas untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya beras. Saat ini harga beras premium melambung tinggi hingga menembus Rp18.500 per kilogram, jauh di atas penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras.
Baca juga : Harga Beras Tinggi, Bulog: Satgas Pangan Tangani jika Ada Pelanggaran Hukum
"Tentu saja Bapanas menjadi salah satu lembaga pemerintah yang perlu dievaluasi terkait kebijakan stabilisasi harga beras," ucap pengamat pertanian itu.
Pemerintah, lanjut Bustanul, juga perlu mengevaluasi regulasi perberasan nasional. Ia menegaskan dengan pemerintah masih menggunakan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras, serta penetapan harga eceran tertinggi (HET) yang rendah, sulit menyelesaikan masalah kenaikan harga beras jangka pendek. Hal ini lantaran distribusi beras nasional dikuasai perusahaan swasta, bukan pemerintah.
"Rencana impor beras hingga 2,5 juta ton juga tidak menolong jika masih memakai substansi lama," ucapnya.
Baca juga : Kepala Bapanas akan Sesuaikan HET Beras
Dihubungi terpisah, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai pemerintah tidak memiliki perencanaan dalam kebijakan perberasan nasional, sehingga menyebabkan kelangkaan stok beras di sejumlah ritel modern. Ia menyebut pejabat-pejabat negara lebih sibuk mengurusi hal-hal politik.
"Pemerintah tidak punya perencanaan matang, tidak fokus memikirkan rakyat. Terlalu asik dengan urusan politik dan kekuasaan," katanya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuding adanya pemaksaan dalam menggulirkan kebijakan bantuan sosial (bansos) beras yang masif di tahun politik. Salah satunya keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang membekukan anggaran kementerian/lembaga (KL) sebesar Rp50,14 triliun di 2024 melalui kebijakan automatic adjustment. Pemblokiran anggaran itu salah satunya menjadi sumber pendanaan bansos beras.
Baca juga : Harga Beras Bulog Alami Kenaikan Menjadi Rp54.500 per 5 Kg
"Sehingga berimbas pada banyak instansi terkait, bukan hanya Bapanas, tapi juga Kemenkeu yang kita ketahui harus membekukan sementara anggaran lintas kementerian hingga Rp50 triliun," tutur Daniel.
Ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan serius guna memastikan ketersediaan stok beras dan komoditas pangan lainnya, serta dapat mengendalikan harga-harga pangan. Serta, memastikan jalur distribusi bahan pokok tidak ada yang terhambat.
"Jika tidak dapat diatasi dengan segera, akan menimbulkan gejolak sosial dan menurunkan kepercayaan terhadap pemerintah," imbuh Daniel. (Ins/Z-7)
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Turunnya HET pupuk bersubsidi ini cukup signifikan. Penurunan HET ini berlaku untuk semua jenis pupuk bersubsidi, baik pupuk Urea, NPK Phonska, NPK Kakao, pupuk organik, maupun ZA.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Sonny T Danaparamita mempertanyakan tingginya harga beras di pasaran. Padahal, stok cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat melimpah yakni mencapai 3,9 - 4 juta ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved