Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penurunan harga jual beras premium sebesar Rp200 per kilogram.
"Sejak kemarin para produsen sudah membuat surat kepada kita untuk menurunkan harga jual HET yang dari Rp74.500 itu turun Rp1.000 per 5 kilo. Jadi turun Rp200 per kilo. Sehingga HET, harga eceran tertinggi pada saat ini ya itu adalah Rp73.500. Padahal sebelum ini kita juga sudah kesulitan di dalam mendapatkan asupan beras," ucap Solihin di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis (17/7).
Solihin mengatakan, dalam rangka mengantisipasi beredarnya beras premium oplosan, peritel bakal mewajibkan para pemasok (supplier) untuk membuat surat pernyataan yang mencantumkan bahwa beras kemasan yang dijual adalah jenis premium. Untuk saat ini, Solihin menyatakan bahwa sebagian besar produsen sudah membuat surat pernyataan tersebut.
“Kalau ada supplier [termasuk beras] yang tidak membuat surat pernyataan, saya hilangkan dari display," tegasnya.
Selain itu, peritel juga berencana akan menggunakan konsultan yang memang memiliki keahlian untuk mengecek kualitas dari beras premium yang dijual di ritel modern.
"Tapi kita sudah sepakat nanti kita akan coba cari konsultan yang secara random bisa mengecek beras yang ada di gerai-gerai ritel," tandasnya. (Fal/M-3)
Beras premium, medium, hingga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sulit ditemukan di pasar.
FORUM Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menyampaikan keluhan soal kelangkaan beras premium di ritel modern. Ketua FKBI Tulus Abadi menyebut kelangkaan akibat kasus beras oplosan
DINAS Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun menemukan beras tak layak konsumsi beredar di sejumlah toko dan swalayan.
Hingga pertengahan Agustus ini, hasil panenan gabah petani dihargai kisara Rp7450 - Rp7850/kg oleh pengusaha besar.
Pabrik besar cenderung membeli gabah dengan harga lebih tinggi, Rp6.700–Rp7.000 per kilogram, dibanding pabrik kecil yang membeli sekitar Rp6.500.
Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang mengeluhkan penurunan penjualan antara 20%-50% sejak isu beras oplosan mencuat di publik.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
pemerintah harus mulai serius mengatur penggilingan padi kecil, penggilingan padi menengah, dan penggilingan padi besar agar tetap bisa hidup bersama.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras ke pasar tetap berjalan, meskipun beberapa ritel modern sempat mengalami kekosongan beras premium.
Dengan HET premium itu, risikonya ada pabrik yang tidak berani produksi karena harga bahan baku gabah dan dari petani masih tinggi.
Kelangkaan beras premium di pasaran terjadi karena produsen sudah telanjur memproduksi beras premium yang tidak sesuai standar.
Dalam kegiatan ini, Polsek Pamanukan menjual beras Bulog SPHP seberat 5kg dengan harga Rp 60.000 per kantong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved