Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SERUAN demokrasi dari beberapa elemen civitas academica dari perguruan tinggi karena menilai rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat keterlaluan.
"Mereka mengekspresikan #kamimuak dengan keberulangan perilaku tidak etis yang dipertontonkan oleh Jokowi, keluarga, dan kroni-kroninya," kata Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan dalam keterangan tertulis, Senin (5/2).
Halili mengatakan seruan dari perguruan tinggi merupakan bentuk perlawanan terhadap kondisi itu. Upaya mereka semata-mata untuk menyelamatkan demokrasi yang ujungnya menyelamatkan Indonesia.
Baca juga : Muhammadiyah Minta Seruan Civitas Academica Direspons Positif
"Publik sudah muak dengan rezim Jokowi yang secara vulgar mempertontonkan aneka tindakan menghalalkan segala cara untuk melanggengkan kekuasaan pribadi," ujar dia.
Menurut Halili, seruan demokrasi itu bentuk kecintaan pada Indonesia. Mereka menjunjung demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan etika dasar berbangsa dan bernegara.
"Civitas akademika memilih tidak tinggal diam melihat darurat etika, hukum, dan tata demokrasi yang diacak-acak oleh rezim," papar dia.
Baca juga : Forum Rektor Tanggapi Aksi Kritik Demokrasi Para Akademisi
Halili berharap gerakan itu semakin meluas dan diikuti kampus-kampus lainnya. Termasuk, para mahasiswa yang memasifkan konsolidasi hingga menyatakan sikap mendukung demokrasi Indonesia.
"Serta berharap pada media untuk menggagalkan upaya puncak yang dilakukan oleh rezim Jokowi, untuk melanggengkan kekuasaan dengan cara merampas instrumen demokrasi," ucap dia. (Z-3)
Baca juga : Koalisi Dosen Universitas Mulawarman Desak Jokowi Hentikan Politik Dinasti
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Emosi yang tidak stabil saat macet sering kali memicu pengemudi bertindak agresif, seperti bermanuver zigzag atau menyalip melalui bahu jalan.
BMIWI mengkritisi aturan fasilitas alat kontrasepsi pencegah kehamilan dalam ruang ruang formal publik, yaitu sekolah, dalam PP Nomor 28 Tahun 2024.
Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika orang tua konsisten dengan diet seimbang, mereka lebih mungkin memberikan makanan sehat pada anak-anak.
Hal yang harus dilakukan oleh Komisi Yudisial, yaitu membuat sistem pengaduan yang mudah diakses
Pola asuh positif pada bayi usia tersebut mampu menurunkan hingga 52% kemungkinan anak berperilaku agresif dan untuk melakukan tindakan penganiayaan pada kemudian hari.
Berteriak adalah salah satu dari delapan strategi disiplin yang dapat memperburuk masalah perilaku pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved