Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi menunjukkan bahwa ketika orang tua konsisten dengan diet seimbang, mereka lebih mungkin makan dan memberikan makanan sehat pada anak-anak.
Dikutip dari Medical Daily, Kamis (15/8), anak-anak sangat dipengaruhi oleh perilaku makan orang tua, terutama dalam hal mengembangkan kebiasaan makan yang antusias atau menghindar, seperti diungkapkan dalam studi yang diterbitkan di jurnal Appetite.
"Orang tua merupakan pengaruh utama dalam perilaku makan anak-anak, tetapi juga, orang tua memiliki kesempatan sempurna untuk mendorong diet seimbang dan makan sehat dari usia dini pada anak-anak mereka," kata Dr. Abigail Pickard, peneliti utama studi tersebut dalam siaran pers.
Baca juga : Penyajian yang Menarik Bisa Tingkatkan Minat Anak Mengonsumsi Sayur
Oleh karena itu, penting untuk menetapkan bagaimana gaya makan orang tua terkait dengan gaya makan anak-anak mereka dan faktor-faktor apa yang dapat dimodifikasi untuk mendorong hubungan sehat dengan makanan, katanya.
Penelitian sebelumnya oleh tim yang sama telah mengidentifikasi empat perilaku makan pada anak usia tiga hingga enam tahun yakni makan tipikal, antusias, emosional, dan menghindar.
Makan tipikal ditandai dengan perilaku makan yang seimbang tanpa kecenderungan ekstrem. Makan antusias merespons isyarat makanan di lingkungan mereka dan menikmati makan.
Baca juga : Catat! Begini Peran Orang Tua dalam Mencegah Obesitas pada Anak
Makan emosional melibatkan konsumsi makanan sebagai respons terhadap emosi mereka, sedangkan makan menghindar sangat selektif terhadap makanan mereka dan umumnya tidak menemukan banyak kesenangan dalam makan.
Untuk studi terbaru, para peneliti menganalisis kelompok orang tua yang sama sebanyak 785 orang yang anak-anaknya dianalisis dalam studi sebelumnya.
Studi baru ini menyelidiki bagaimana empat perilaku makan tersebut terkait dengan kebiasaan makan orang tua mereka.
Baca juga : Pola Asuh Bisa Pengaruhi Kebiasaan Makan Anak
Hasilnya menunjukkan bahwa 41,4% dari sampel ialah makan tipikal, 37,3% ialah makan antusias, 15,7% ialah makan emosional, dan 5,6% adalah makan menghindar.
"Hubungan langsung antara perilaku anak dan orang tua sangat jelas pada orang tua dengan perilaku makan antusias atau menghindar, di mana anak-anak mereka cenderung memiliki perilaku makan yang serupa," kata siaran pers tersebut.
Para peneliti mengamati bahwa ketika orang tua dengan gaya makan antusias atau emosional menggunakan makanan untuk menghibur anak-anak mereka, anak-anak tersebut cenderung mengembangkan perilaku makan yang serupa namun ketika orang tua ini menawarkan diet yang seimbang dan bervariasi, anak-anak mereka cenderung tidak mengadopsi kebiasaan makan yang sama.
Baca juga : Ini Penyebab Anak Anda Jadi Picky Eater
"Praktik memberi makan, seperti menggunakan makanan untuk regulasi emosional, menyediakan makanan yang seimbang dan bervariasi, serta mempromosikan lingkungan makanan rumah yang sehat, memediasi hubungan antara profil makan orang tua dan anak.
“Studi ini menekankan perlunya intervensi yang terperinci dan disesuaikan untuk menangani hubungan rumit antara perilaku makan orang tua dan anak," tulis para peneliti.
(Ant/ H-3)
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Minat makan anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman sensorik, termasuk variasi rasa dan aroma.
Pada fase krusial saat mengonsumsi MPASI, anak perlu diperkenalkan dengan berbagai spektrum rasa agar mereka lebih terbuka terhadap variasi pangan di kemudian hari.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
WhatsApp resmi meluncurkan fitur akun yang dikelola orang tua untuk anak usia 10-12 tahun. Simak cara setting, fitur kontrol, dan sistem keamanannya di sini.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Child grooming bisa berawal dari kedekatan semu. Orangtua jadi benteng pertama dengan parenting protektif: anak aman bercerita, paham batasan, dan mengenal emosi.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved