Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai efek elektoral dari keputusan Mahfud MD mundur dari Kabinet Indonesia Maju akan amat bergantung dari narasi yang disampaikan calon wakil presiden nomor urut 3 itu dan juga tim pemenangannya.
Kini, Mahfud akan memiliki keleluasaan ruang dan narasi untuk mengonsolidasikan basis kekuatan dan dukungan baru, terutama dari pemilih yang belum menentukan pilihan pada Pilpres 2024.
"Mahfud tidak akan lagi terkungkung oleh tanggung jawab jabatan dan protokoler. Akankah berdampak secara elektoral? Itu akan sangat bergantung pada narasi lanjutan, intensitas serangan dan sosialisasi pasca keputusan politik ini," kata Umam saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (1/2).
Baca juga : Timnas Amin: Mundurnya Mahfud MD Mestinya Jadi Contoh bagi Menteri Lain
Jika narasi kritik Mahfud terhadap pemerintah berbasis data dan informasi yang dipegang, itu jelas bakal menjadi pukulan telak bagi kredibilitas pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kondisi itu juga akan berdampak pada pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang selama ini menarasikan keberlanjutan pemerintahan Jokowi.
"Keputusan mundur dari kabinet ini akan menjadi gelombang kekuatan yang efektif untuk menahan rival terberatnya di kubu paslon nomor urut 2 yang menargetkan kemenangan satu putaran. Namun, jika tidak ada narasi kuat dan intensitas serangan yang signifikan, keputusan mundur dari kursi Menkopolhukam tidak akan menciptakan ledakan elektoral yang berarti," jelasnya.
Pada bagian lain, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai mundurnya Mahfud MD menjadi sindiran bagi menteri lainnya yang aktif berkampanye untuk calon presiden dan calon wakil presiden lain, terutama di pasangan Prabowo-Gibran.
Baca juga : Presiden Jokowi bakal Terima Mahfud MD Sore Ini
"Ini soal etika. Selama ini terjadi pembiaran oleh Presiden Jokowi dalam proses pemilu ini. Mulai dari ketidaknetralan. Pasangan 01 dan 03 teriak banyak kecurangan tapi presiden diam saja, menteri-menteri lain aktif berkampanye. Etika presiden sudah tidak ada demi elektoral pasangan tertentu," kata Pangi. (Z-11)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menanggapi kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Restorative justice hanya dapat ditempuh jika ada kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni pelaku dan korban, tanpa adanya unsur paksaan.
Pakar hukum tata negara Mahfud MD menegaskan bahwa komika Pandji Pragiwaksono tidak dapat dipidana atas materi pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Mahfud menegaskan penerapan plea bargain tersebut harus dilakukan dengan kehati-hatian ekstra dan pengawasan yang ketat agar tidak disalahgunakan.
Jika benar-benar ingin mengatur polisi bisa menduduki jabatan sipil secara konstitusional yang tidak bertentangan dengan hukum dengan revisi UU Polri
Komisi Percepatan Reformasi Polri masih dalam tahap menghimpun aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga jurnalis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved