Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
CAWAPRES nomor 3 Mahfud MD menekankan pentingnya program afirmasi untuk mencapai kesetaraan pendidikan di Tanah Air.
Hal ini disampaikan Mahfud dalam konferensi pers usai dialog dengan masyarakat diaspora NTT Se-Jabodetabek di Rumah Aspirasi Ganjar-Mahfud, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (19/12).
Dalam konferensi pers itu, Mahfud ditanyai tentang program khusus yang cocok diterapkan di daerah-daerah yang belum mengalami pemerataan di bidang pendidikan.
Baca juga: Debat Isu Ekonomi, Tiga Cawapres Diingatkan tak Terjebak Program Bansos
“Ya afirmasi, afirmasi dong,” jawab mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.
“Kalau dalam ilmu konstitusi itu, ketidaksetaraan itu, untuk mencapai kesetaraan harus dilakukan afirmasi. Afirmasi itu artinya perlakuan tidak adil agar menjadi adil,” tambahnya.
Baca juga: KPU-Bawaslu Harus Tertibkan Penonton Debat Cawapres
Menurut Mahfud, daerah-daerah tertentu harus diperlakukan secara khusus, termasuk dari segi pembiayaan, agar kualitas pendidikannya setara dengan daerah-daerah lain. Misalnya, pembiayaan untuk pendidikan di daerah-daerah di NTT harus berbeda dengan pembiayaan untuk daerah-daerah di Pulau Jawa.
“Misalnya kalau berlaku adil ya manusia di Jawa lebih banyak anggarannya harus lebih banyak dari NTT. Itu adil namanya,” ujar Mahfud.
“Tapi kalau afirmasi, tidak. Ini yang orangnya sedikit harus disuntik dengan pembiayaan yang lebih besar dan beri fasilitas yang lebih besar. Itu namanya afirmasi,” tandasnya.
Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu fokus utama pasangan Ganjar-Mahfud. Kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan akan diperjuangkan, termasuk tenaga guru di luar dunia pendidikan formal. (RO/Z-7)
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
Insiden viral pengeroyokan guru oleh wali murid di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi alarm keras darurat kekerasan di dunia pendidikan Indonesia.
PROFESI dokter sejak awal berdiri bukanlah profesi ekonomi. Ia bukan lahir dari logika pasar, tetapi dari etika pertolongan.
DUNIA pendidikan tengah sakit. Gejalanya bukan hanya kesenjangan dan kualitas yang timpang, melainkan juga kegagalan mendasar: ia tidak lagi relevan dengan denyut nadi kehidupan.
Guru kelas 1 UPTD SDN Sawah 01, Mulyani, mengungkapkan dirinya telah mengabdikan diri mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari 30 tahun.
Di sektor pendidikan, BenQ fokus mendukung metode Bring Your Own Device (BYOD) yang memungkinkan integrasi perangkat pribadi siswa ke dalam ekosistem digital sekolah secara aman.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved