Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai wacana pembelajaran jarak jauh atau PJJ maupun work from home atau WFH tak berkaitan dengan kualitas pendidikan. Wacana PJJ bagi anak sekolah dan WFH bagi pegawai khususnya aparatur sipil negara atau ASN, mengemuka setelah pemerintah berupaya menekan konsumsi bahan bakar minyak karena terganggunya suplai energi akibat konflik di Timur Tengah,
“Kalau PJJ dibatalkan sementara WFH tetap berjalan, kita harus lihat dulu apa dasar pertimbangannya. Jangan sampai bukan karena kesiapan sistem, tapi alasan lain yang tidak berkaitan dengan kualitas pendidikan,” ujar Indra saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (25/3).
Ia menegaskan, pemerintah belum menunjukkan langkah konkret dalam membangun sistem pembelajaran digital yang matang. Padahal, sambung Indra, saat pandemi covid-19 terjadi learning loss akibat ketidaksiapan infrastruktur dan metode belajar daring. Learning loss merupakan fenomena peserta didik malas belajar.
“Problemnya waktu pandemi itu kita tidak siap. Pertanyaannya sekarang, setelah hampir enam tahun, apa sudah ada perbaikan? Faktanya belum,” tegasnya.
Indra menyoroti praktik pembelajaran daring di Indonesia belum menyentuh konsep blended learning (sekolah tatap muka dan daring) secara utuh. Penggunaan teknologi, kata dia, masih terbatas pada aplikasi percakapan seperti WhatsApp atau pertemuan virtual yang tidak didesain sebagai sistem pembelajaran yang efektif.
“Di negara lain, penggunaan learning management system (LMS) itu sudah menjadi standar. Di kita masih sporadis, bahkan metode pengajarannya pun belum berubah, masih satu arah,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini berbanding terbalik dengan dunia kerja yang justru semakin adaptif terhadap sistem fleksibel. Ia menilai, ketimpangan antara sistem pendidikan dan kebutuhan dunia kerja menjadi persoalan mendasar yang belum terselesaikan.
“Sekarang orang bisa bekerja dari mana saja, tapi sekolah masih harus selalu tatap muka agar dianggap efektif. Artinya ada yang tidak sinkron antara sistem pendidikan dan realitas dunia kerja ke depan,” ujarnya.
Lebih jauh, Indra mengingatkan bahwa ketertinggalan Indonesia dalam pendidikan digital bukan sekadar persepsi, melainkan telah tercermin dalam berbagai studi internasional.
Ia menyebut, capaian pendidikan nasional dalam sejumlah indikator global masih menunjukkan tren penurunan.
“Baik dari PISA maupun asesmen nasional, kualitas pendidikan kita cenderung menurun. Ini alarm serius,” katanya. (H-4)
Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah tidak hanya menyasar perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja
Di terminal bus, pelabuhan, dan bandara, kita menyaksikan jutaan orang melakukan eksodus yang secara kultural disebut mudik
Kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan kembali menunjukkan hasil positif. SMKN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, berhasil meraih penghargaan SMK Pusat Keunggulan.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
MASYARAKAT Indonesia ialah masyarakat yang hidup dalam keragaman dan karena itu, dinamikanya kompleks.
DI banyak daerah di Indonesia, kualitas pendidikan tak kunjung membaik bukan lantaran kita kekurangan data, melainkan karena data belum benar-benar dihidupkan dalam praktik.
Pemetaan awal diperlukan untuk menyusun rekomendasi peningkatan mutu pesnatren yang realistis dan sesuai kebutuhan.
Selain memberikan wawasan tentang dunia kepelabuhanan dan logistik, para pegawai berbagi pengalaman tentang pentingnya nilai integritas, kerja keras, serta kepedulian sosial.
KEHADIRAN perguruan tinggi berkualitas disebuat membuat nilai sebuah kawasan meningkat. Itu karena kebutuhan dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan berkualitas semakin meningkat.
BAZNAS RI terus memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved