Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum sepenuh hati menerapkan netralitas menjelang pemilihan presiden (pilpres). Jokowi menunjukkan keberpihakannya pada calon tertentu secara terang-benderang.
"Kita lihat bagaimana Jokowi mempertontonkan keberpihakan," kata analis politik dari Exposit Strategic Arif Susanto di Kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Jakarta Timur, Kamis, 2 November 2023.
Arif berkaca dari sejumlah peristiwa yang dimulai pada November 2022. Kala itu, Jokowi mengungkapkan kriteria calon pemimpin saat menghadiri Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Baca juga : Bisakah Presiden Jokowi Netral di Pemilu? Pakar: Tidak Mungkin
"(Jokowi bilang) ciri-cirinya berambut putih dan berkerut. Waktu itu publik heboh tapi belum terlalu jelas," papar dia.
Keberpihakan Jokowi, kata Arif, semakin jelas dalam beberapa bulan terakhir. Kepala Negara yang awalnya mengelak cawe-cawe, akhirnya mengakui secara gamblang pada Juni 2023.
"(Jokowi bilang) cawe-cawe kewajiban moral saya sebagai presiden dalam transisi kepemimpinan nasional. Bagi saya ini problematik," ujar dia.
Baca juga : Debat Terakhir Pilpres 2024, Momen Capres Yakinkan Pemilih
Menurut Arif, upaya pemerintah memastikan pemilu berjalan demokratis bukan bentuk cawe-cawe. Melainkan tanggung jawab dan kewajiban untuk mengantarkan ke pemerintahan baru.
"Tapi kalau intervensi bermakna untuk pihak tertentu, itu bermasalah," jelas dia.
Momen lainnya terjadi pada 14 Oktober 2023 dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI Projo di Jakarta. Kala itu, Kepala Negara meminta relawannya tidak mendesak dirinya untuk memberi tahu siapa capres yang ia dukung.
"Jokowi bilang karena orangnya juga tidak ada di sini. Lagi-lagi menegaskan pernyataan soal ojo kesusu dan ada banyak kontradiksi karena sore harinya Projo ke Kertanegara dan dukung Prabowo," ucap dia. (MGN/Z-4)
Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto, kini diusulkan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Simak profil dan hubungan keluarga mereka.
Perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan menjadi suntikan semangat bagi dirinya dan rekan-rekan sesama mahasiswa.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan mendukung wacana Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Thomas keponakan Prabowo Subianto
PRESIDEN Prabowo Subianto memulai rangkaian lawatan luar negeri ke Inggris dan Swis dengan agenda penguatan kerja sama ekonomi, pendidikan, serta komitmen konservasi lingkungan
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak menuju Inggris dan Swiss, Minggu (18/1) untuk menghadiri sejumlah pertemuan strategis di antaranya World Economic Foru
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkap arahan Presiden Prabowo agar perguruan tinggi memperkuat riset dan inovasi berbasis sains.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
SEBANYAK 550 foto hasil jepretan Mohammad Guntur Soekarnoputra dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Berlangsung 7 – 13 Juni 2025.
RELAWAN Ganjar Pranowo atau Ganjarist menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 yang dilaksanakan secara serempak
Ganjar mengungkapkan bahwa bantuan dana untuk partai bisa berasal dari berbagai sumber tak hanya terbatas pada APBN.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menjelaskan tiga fokus utama pada para kader PDIP yang baru terpilih sebagai kepala daerah.
KETUA Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menghadiri sidang Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved