Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG debat terakhir di Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024, Pengamat Sosial Herry Mendrofa menilai inilah momentum debat capres pamungkas untuk meyakinkan pemilih.
Adapun tema debat terakhir Pilpres 2024 yakni Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.
“Dapat dipastikan debat terakhir Pilpres 2024 ini adalah debat capres pamungkas karena temanya mengulas ihwal yang fundamental dan penting misalnya menyoal soal sosial, pendidikan, dan kesehatan,” ucap Herry.
Baca juga : Debat Capres Pertama Tentukan Pilihan Pemilih Gamang
Menurut Herry, semua capres mestinya mampu menerjemahkan visi dan misinya dalam program yang dimengerti dan bermanfaat bagi publik di debat capres terakhir.
“Problem bangsa ini kan sangat mendasar yakni masalah sosial, pendidikan, kesehatan, saya rasa debat pilpres terakhir adalah kesempatan semua capres untuk meyakinkan dan kemudian menyampaikan program konkret, langsung to the point dan tidak hanya sebatas narasi,” ujarnya.
Dia mendorong agar ketiga capres menitikberatkan pada strategi pengentasan kemiskinan, dan komitmen terhadap peningkatan kualitas hidup warga negara dari aspek pendidikan, kesehatan termasuk sumber daya manusia yang diakomodasi melalui perluasan lapangan kerja.
Baca juga : Sah! KPU Tetapkan Nomor Urut Pasangan Capres-Cawapres, Anies-Muhaimin Nomor 1
“Jadi isu besarnya adalah sosial, kesehatan, pendidikan, maka isu turunannya adalah pengentasan kemiskinan, infrastruktur inklusif, dan perluasan lapangan kerja. Semuanya ini harus disampaikan tuntas oleh Anies, Prabowo, dan Ganjar,” tutur Herry.
Selain itu Herry yakin bahwa baik Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo akan tampil prima karena memiliki pengalaman selama menjadi kepala daerah dan juga pengalaman di legislatif.
“Anies dan Ganjar pernah jadi kepala daerah, tema debat capres terakhir adalah problem yang sering mereka hadapi, pasti punya paradigma dan strategi khusus untuk mengatasi masalah,” ucapnya.
Baca juga : AMIN Nomor Urut 1, Prabowo-Gibran Nomor 2 dan Ganjar-Mahfud Nomor 3
Sedangkan Prabowo Subianto hanya dapat terbantu dengan adanya program Presiden Joko Widodo dan pengalaman Gibran Rakabuming Raka sebagai kepala daerah.
“Prabowo pasti menjadikan Jokowi sebagai role model soal kebijakan maka tidak akan jauh dari narasi keberlanjutan dan juga dibantu oleh Gibran yang berpengalaman sebagai kepala daerah,” ujar Herry. (Z-7)
Baca juga : KPU Jamu Tiga Paslon Capres-Cawapres Gala Dinner Sebelum Kocok Nomor Urut
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved