Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI LSI, Denny JA, menyebut presiden sangat penting perannya dalam membentuk sebuah negara yang belum kokoh sistemnya, seperti Indonesia. Karena itu, presiden yang berbeda dapat memberikan Indonesia yang juga berbeda.
Hal itu menanggapi pembahasan polemik calon presiden 2024 yang dilakukan Orbit Indonesia yang mengulas tulisannya berjudul: “Betulkah Kemiskinan di Jawa Tengah Batu Sandungan Ganjar Pranowo Terpilih Menjadi Presiden?". Orbit Indonesia mengundang sepuluh pakar ekonomi dan public policy untuk merespons, baik pro dan kontra.
Dalam tulisannya, Denny menanggapi berita soal Jawa Tengah sebagai provinsi termiskin nomor dua di Pulau Jawa dengan persentase populasi miskin sebesar 10,98 persen. Menurutnya persentase tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata kemiskinan di seluruh Indonesia.
Baca juga: Partai Demokrat Diyakini tak Lagi Ngotot Sorong AHY
"Saya katakan Jawa Tengah bisa menjadi sandungan, tapi bisa juga tidak bagi terpilihnya Ganjar Pranowo. Itu tergantung dari tiga hal," kata Denny dalam keterangannya, Selasa (19/9).
Pertama, data tersebut kemungkinan besar valid karena berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kedua, seberapa luas data itu diketahui pemilih. Jika data itu tak diketahui luas, maka ia tak banyak pula efeknya.
Baca juga: Pengamat: Penjegalan Dukungan untuk Anies Bukan Hal Baru
Ketiga, seberapa baik Ganjar merespon isu tersebut. Misalnya apakah Ganjar bisa menjelaskan bahwa kemiskinan di Jawa Tengah tak bisa dibebankan kepadanya.
Denny mengemukakan isu ekonomi adalah isu yang dianggap publik paling penting. Data LSI Denny JA, Agustus 2023, menyatakan, sebanyak 61,6 persen publik mengakui isu ekonomi adalah isu yang paling penting saat ini dibanding isu lainnya. Karena itu, penting untuk mengenal rekam jejak calon presiden saat ini dalam menangani isu ekonomi.
"Kita memang perlu mengenal lebih jauh calon presiden itu agar tidak membeli kucing dalam karung atau burung dalam peti. Dengan mengangkat reputasi dan track record calon presiden ini akan menciptakan tradisi yang baik untuk ke depan," kata Denny.
Menurut Denny, siapa pun yang berniat menjadi pemimpin, apalagi di level presiden, mereka akan hati-hati dengan reputasinya.
Dia menambahkan, mempolemikkan calon presiden juga bagian dari partisipasi publik. Sebab, presiden itu nanti yang akan membulat-lonjongkan Indonesia. Karena itu, publik harus benar-benar ikut menentukan siapa yang dipercaya untuk membulat-lonjongkan hidupnya.
Denny menuturkan, politik dan presiden terlalu penting jika hanya diserahkan kepada partai politik semata. Publik luas juga harus punya kekuatan menentukan.
"Karena itulah kita mengapresiasi inisiatif Orbit Indonesia memulai tradisi mempolemikkan calon presiden. Kita menunggu Orbit Indonesia atau pihak lain menerbitkan polemik tentang capres lainnya," pungkasnya. (Z-7)
PERKUMPULAN untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan wacana pilkada melalui DPRD yang didorong oleh elite politik.
Kemampuan mendengarkan merupakan tantangan terberat yang harus dihadapi seorang pemimpin, terutama dalam proses komunikasi yang efektif.
REKTOR Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said menekankan pemimpin Indonesia seharusnya juga seorang pendidik.
Di tengah kompleksitas tantangan bangsa, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun pemerintahan yang modern.
Formula intentional leadership mencakup nilai, tujuan, dan disiplin yang menjadi fondasi kepemimpinan berkelanjutan.
Salah satu tokoh yang menekankan pentingnya sikap keterbukaan umat Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dari Barat ialah Buya Hamka.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swis, Kamis (22/1).
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved