Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DEKAN Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Wawan Mas'udi, melihat ada upaya yang sangat kuat dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk dapat menyelamatkan sepak bola dari sanksi berat FIFA.
Selain itu, Erick juga ingin menjaga kredibilitas Indonesia di dunia internasional akibat batalnya penyelenggaraan Piala Dunia U20.
Keberhasilan Indonesia tidak dikucilkan dan tidak diberi sanksi berat FIFA dinilai Wawan menunjukkan kapasitas dan kapabilitas Erick sebagai negosiator yang sangat piawai.
Erick Dinilai Miliki Kepiawaian Negosiasi
Dengan kepiawaian bernegosiasi tersebut, dapat membangun kepercayaan sehingga Indonesia tidak diberi sanksi berat oleh FIFA.
Baca juga: 76% Publik Dukung Erick Thohir Pisahkan Olahraga dan Politik
“Erick mampu meyakinkan FIFA bahwa di bawah kepemimpinannya transformasi sepak bola di Indonesia dapat terwujud," kata Wawan dalam keterangan pers, Senin (10/4).
"Bahkan tak hanya meyakinkan FIFA, Erick juga mampu menyelamatkan kredibilitas Indonesia di dunia internasional akibat batalnya penyelenggaraan Piala Dunia U20. Ini membuktikan keahlian Erick khususnya dalam bernegosiasi,”kata Wawan.
Hasi Survei LSI
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), 80,6% responden menilai Ketua PSSI Erick Thohir sudah berupaya secara optimal agar Indonesia tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Sedangkan pada simulasi tiga nama capres yang dilakukan LSI, Prabowo Subianto unggul 30.3% (Februari 26.7%). Kemudian Ganjar Pranowo 26.9% (Februari 35%), dan Anies Baswedan 25.3% (Februari 24%).
Baca juga: Erick Thohir Bisa Bawa Sepak Bola Indonesia Berkembang Lebih Pesat
Merosotnya nama Gubernur Jawa Tengah tersebut diduga karena pernyataan Ganjar Pranowo terkait timnas Israel sehingga FIFA membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U20 di Indonesia.
Ganjar Pranowo sebagian besar responden sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas keputusan FIFA membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20.
Tingkatkan Elektoral Erick
Keberhasilan dalam menyelamatkan sepak bola dan kredibilitas Indonesia ini, menurut Wawan, berpotensi meningkatkan elektoral Erick.
"Sebab masyarakat pencinta bola di Indonesia jumlahnya sangat besar," ujar Wawan.
Namun demikian dampak elektoral tersebut dikatakan Wawan belum akan dapat terjadi dalam waktu dekat.
Baca juga: Erick Kembali Nyalakan Bara Harapan Sepak Bola Indonesia
"Sebab sampai saat ini masyarakat dan pencinta sepak bola Indonesia masih dalam tahap recovery dari kekecewaan pasca batalnya Piala Dunia U20," jelasnya.
Agar sentimen keberhasilan dalam menyelamatkan sepak bola dan kredibilitas Indonesia ini memberikan daya ungkit elektoral bagi Erick, ia harus dapat segera menyampaikan kepada publik mengenai rencana besarnya penggembangan sepak bola Indonesia pasca-terhindar dari sanksi berat FIFA.
"Erick juga harus bisa menjelaskan langkah konkret yang akan dilakukan PSSI agar Indonesia dapat kembali dipercaya FIFA untuk menyelenggarakan event internasional lainnya," jelas Wawan.
Blue print penggembangan dan transformasi sepak bola yang diserahkan PSSI ke FIFA juga harus bisa dijelaskan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.
Sehingga nantinya transformasi dan penggembangan sepak bola di Indonesia mendapatkan dukungan masyarakat.
“Masih banyak event internasional FIFA yang bisa diambil Indonesia di masa mendatang. Sehingga publik percaya Erick tengah melakukan sesuatu yang besar untuk sepak bola dan bangsa Indonesia," jelasnya.
"Setelah itu semua dijalankan, potensi daya ungkit elektoral baru dapat dilihat. Setidaknya publik dapat melihat bahwa Erick merupakan sosok yang tepat memimpin PSSI," ucap Wawan.
Erick Harus Peduli kepada Para Korban Kanjuruhan
Selain itu Erick juga harus terus memberikan perhatian dan empati kepada keluarga dan korban sepak bola di Kanjuruhan.
"Dengan cara menjelaskan kepada publik mengenai blue print transformasi serta penggembangan sepak bola dan memberikan perhatian kepada korban Kanjuruhan diharapkan mampu menghasilkan dampak elektoral,”ucap Wawan.
Baca juga: Erick Thohir Dinilai Cocok Jadi Cawapres bagi Prabowo
Kemampuan negosiasi dan dapat membangun kepercayaan internasional ini dinilai Wawan sangat dibutuhkan oleh calon pemimpin nasional mendatang. Ini disebabkan Indonesia selalu berada di dalam lingkar geo politik global yang sangat strategis.
"Sehingga kapasitas dan kapabilitas pemimpin nasional dalam negosiasi serta membangun kepercayaan mutlak dimiliki," katanya.
Menurut Wawan Erick saat ini sudah membuktikan bahwa ia mumpuni untuk melakukan negosiasi dan membangun kepercayaan internasional.
“Saya kira bukti kepiawaian Erick dalam bernegosiasi dan membangun kepercayaan internasional tak hanya di bidang olah raga saja," ujarnya.
"Tetapi di bidang ekonomi dan pada saat pandemi Covid-19 Erick juga membuktikan keberhasilannya dalam bernegosiasi dan membangun kepercayaan internasional," jelasnya.
"Mulai dari pengadaan vaksin, fasilitas lain yang dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19 bahkan hingga pemulihan ekonomi paska pandemi,” pungkas Wawan. (RO/S-4)
Karena itu, setiap kebijakan yang dikeluarkan Gus Yahya tidak lagi memiliki legitimasi.
Cucun menegaskan pihaknya enggan terlibat dalam urusan internal PBNU.
Kasus Hasto justru menjadi bagian dari pembelajaran politik.
Diyakini ketua umum PSI di masa mendatang tidak jauh dari keluarga Jokowi.
WAKIL Ketua Umum PSI, Andy Budiman mengatakan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dapat kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum
ORMAS pendiri Partai Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), akan melaksanakan musyawarah besar (Mubes) pada 29-31 Agustus 2025 di Jakarta.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved