Jumat 31 Maret 2023, 13:55 WIB

KPK Minta Kebingungan Rafael Atas Statusnya Disampaikan ke Penyidik

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Minta Kebingungan Rafael Atas Statusnya Disampaikan ke Penyidik

MI/Susanto
KPK menyarankan Rafael menyampaikan kebingungan akan statusnya ke penyidik.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kebingungan mantan aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rafael Alun Trisambodo atas penetapan status tersangka terhadapnya disampaikan ke penyidik. Argumennya tidak akan bisa diuji di persidangan, jika cuma berkoar di ruang publik.

"Kami silakan yang bersangkutan untuk sampaikan langsung di hadapan tim penyidik KPK sehingga nantinya dapat diuji secara terbuka pada proses persidangan," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat (31/3).

Ali mengatakan pihaknya mengantongi bukti yang cukup atas dugaan gratifikasi yang menjerat Rafael. KPK juga menegaskan penetapan tersangka terhadapnya telah mengacu pada aturan perundang-undangan.

Baca juga: Dijadikan Tersangka Gratifikasi, Rafael Alun Bingung

"Kami lakukan semua prosesnya juga seusai mekanisme dan koridor hukum," ucap Ali.

KPK mengingatkan Rafael untuk kooperatif dalam penyidikan kasusnya. Dia diharap berkata jujur agar pemberkasan bisa dilakukan dengan cepat.

Baca juga: KPK Temukan Sejumlah Barang Mewah di Rumah Rafael Alun 

Sebelumnya, Rafael Alun Trisambodo mengaku bingung dijadikan tersangka gratifikasi oleh KPK. Dia mengeklaim semua asetnya tidak bermasalah karena dilaporkan secara resmi.
 
"Saya dapat mengklarifikasi bahwa saya selalu tertib melaporkan SPT-OP dan LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara), tidak pernah menyembunyikan harta, dan siap menjelaskan asal usul setiap aset tetap," kata Rafael melalui keterangan tertulis, Jumat (30/3).
 
Rafael mengeklaim semua pendapatannya halal. Dia juga menyebut selalu menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan jujur dan mengubah nilai aset berdasarkan tahun kepemilikan.

Dia menyebut tidak ada lonjakan kekayaan berdasarkan laporannya sejak 2012-2022. Isi asetnya pun diklaim tidak jauh berbeda.

Di sisi lain, Rafael telah memberikan dokumen pendukung dalam aset yang dilaporkannya. Sehingga, Rafael mengaku bingung dipermasalahkan oleh KPK. (Z-3)

Baca Juga

MI / Adam Dwi

Nama Dito Ariotedjo Disebut dalam Persidangan, Kejagung: Jadi Bahan Penyidik

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 26 September 2023, 22:31 WIB
Irwan mengaku telah menyerahkan dana Rp27 miliar karena tertarik dengan tawaran kasus dugaan korupsi pembangunan BTS 4G pada Bakti...
Ant

ICW: Tidak Tepat Jika KASN Dibubarkan

👤Media Indonesia 🕔Selasa 26 September 2023, 22:30 WIB
KASN sangat dibutuhkan dalam kondisi saat ini karena problem di lingkungan ASN masih ada, seperti terkait tugas, pokok, dan fungsi...
Antara

PSI Tampik Penunjukkan Kaesang sebagai Ketum Keputusan yang Instan

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 26 September 2023, 22:23 WIB
PSI sebut keputusan untuk mengangkat putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menjadi ketua umum (ketum) bukan dilakukan dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya