Kamis 26 Januari 2023, 14:30 WIB

Penolakan Safari Politik Anies Dilakukan Kelompok yang Belum Matang Berdemokrasi

Diza Shafira Wardoyo | Politik dan Hukum
Penolakan Safari Politik Anies Dilakukan Kelompok yang Belum Matang Berdemokrasi

DOK HUMAS NASDEM
Bakal Calon Presiden yang diusung oleh Partai NasDem Anies Baswedan (kiri)

 

SAFARI politik Anies Baswedan kerap diwarnai aksi penolakan dari sejumlah pihak. Baru-baru ini saat melakukan safari politik di Bandung, Jawa Barat hari Minggu (22/01) lalu, Anies Baswedan mendapatkan penolakan dari sekelompok masyarakat. Mereka mengklaim berasal dari organisasi bernama Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Bandung Lautan Api.

Penolakan tersebut sempat diwarnai aksi unjuk rasa. Mereka menganggap Anies Baswedan, bakal calon presiden yang diusung Partai NasDem, telah mencuri start kampanye pemilu 2024.

Pakar politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai masyarakat Indonesia masih belum siap berdemokrasi. Hal tersebut dikarenakan banyak kelompok-kelompok yang belum bisa menerima perbedaan.

"Demokrasi kita kan belum substansial juga, masih sekedar formalistik, demokrasi prosedural. Yang artinya apa? Secara demokrasi yang menerror dan mengancam safari Anies itu kan belum siap berbeda. Belum siap untuk menerima perbedaan," jelasnya kepada Media Indonesia Kamis (26/01).

Baca juga: DPR Apresiasi Sikap Pemerintah Pertahankan Sistem Proporsional Terbuka

Tidak hanya di Bandung, Jawa Barat, aksi penolakan sejenis ini juga sempat terjadi beberapa kali. Di antaranya saat Anies melakukan safari politik di Solo, Jawa Tengah (25/12/22) dan Aceh (03/12/22).

Menurut Ujang, tujuan dari kelompok-kelompok yang menolak safari politik Anies Baswedan tidak lain dan tidak bukan adalah sekelompok masyarakat yang ingin menggagalkan tujuan politik Anies. Mereka dianggap ingin menjatuhkan posisi Anies, bahkan lebih parahnya bisa saja bertujuan untuk menggagalkan Anies berlaga di Pemilu 2024 mendatang.

"Bahkan skenario besarnya adalah agar Anies tidak bisa mendapatkan tiket, tidak bisa mendapatkan perahu, tidak bisa menjadi capres agar gugur di tengah jalan, tidak sampai mendapatkan dukungan koalisi partai. Saya sepakat kalau masyarakat harusnya menyampaikan dengan cara-cara yang baik. Tapi di kita ini tidak. Mengerjai, menerror, mendiskreditkan, ini menjadi hal yang keliatannya rutin dilakukan kelompok tertentu untuk menjegal lawan politik," tambahnya.(OL-4)

Baca Juga

Instagram

Bubarkan GP Mania, Immanuel Ebenezer: Ganjar Miskin Gagasan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:43 WIB
Kedua, belum jelasnya nasib Ganjar pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebab, PDI Perjuangan belum menentukan sikap terkait...
Antara

Erick Thohir: Pers Bagian dari Kehidupan Saya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:33 WIB
Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2023, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai pers bagian penting dari hidupnya...
Dok. Agus Suparto

Presiden Sebut Dunia Pers Sedang Tidak Baik-baik Saja

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:30 WIB
PRESIDEN menyebut dunia pers saat ini sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja karena semakin banyaknya media informasi digital yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya