Rabu 25 Januari 2023, 17:49 WIB

Ahli Nilai Sambo tidak Sungguh-Sungguh Menyesali Perbuatannya

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Ahli Nilai Sambo tidak Sungguh-Sungguh Menyesali Perbuatannya

Antara
Ferdy Sambo, salah satu terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat.

 

PAKAR psikologi forensik dari University of Melbourne, Reza Indragiri Amril, menilai terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, yakni Ferdy Sambo, tidak sungguh-sungguh menyesali perbuatannya. 

Pandangan Reza setelah mendengar nota pembelaan yang disampaikan Sambo di PN Jakarta Selatan pada Selasa (24/1) kemarin. Menurutnya, Sambo tidak menjadikan nota pembelaan sebagai upaya untuk berinteraksi dengan keluarga Brigadir J. 

Dalam nota pembelaan, seharusnya Sambo berinteraksi dengan keluarga korban, agar dapat membangkitkan reputasi humanisnya dengan semaksimal mungkin. Namun, alih-alih menyebut keluarga korban, Sambo justru terlihat berhadap-hadapan dengan masyarakat. 

Hal itu terlihat dari Sambo yang menyebut dirinya telah dihakimi oleh publik akibat kasus yang menjeratnya. "Itu semua memunculkan tafsiran bahwa FS tidak sungguh-sungguh menyesali perbuatannya, melainkan menyesali proses penegakan hukum dan penyikapan publik," ujar Reza dalam keterangannya, Rabu (25/1).

Baca juga: Presiden Tegaskan Tak akan Intervensi Kasus Ferdy Sambo

Lebih lanjut, dia menganalisa alur nota pembelaan Sambo. Awalnya, Sambo mengecam publik yang telah menghakimi dirinya. Kemudian, menggambarkan dampak sikap publik terhadap dirinya dan keluarganya.

Selanjutnya, membingkai pemerkosaan oleh Brigadir J terhadap istrinya sebagai titik awal peristiwa. Lalu, menekankan itikadnya untuk menolong Brigadir J dan menyelamatkan RE.

Adapun Sambo kemudian menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf kepada keluarganya sendiri, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal dan Richard Eliezer. Terakhir, Sambo meminta putusan hakim yang adil dengan pertimbangan yang objektif, sambil mengutip ayat Injil.

Baca juga: Sambo Perintahkan Ambil Senjata Api Milik Brigadir J untuk Eksekusi

Reza menilai sejak awal Sambo memperteguh kesan menyerang, namun dengan kemasan rendah hati. Kemudian, uraian Sambo kronologi peristiwa sesungguhnya tidak terlalu dibutuhkan. Pasalnya, akan disampaikan secara lebih rinci oleh penasihat hukum.

Nota pembelaan pribadi disebutnya bukan merupakan hal yang paling menentukan berat ringan suatu hukuman. Adapun nota pembelaan penasihat hukum, disusul nota tuntutan jaksa, itu yang lebih menarik perhatian hakim.

Sebelumnya, Ferdy Sambo kesal lantaran kerap diserang publik di media sosial. Tepatnya, ketika kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J mengemuka. Hal itu tertuang dalam nota pembelaan atau pleidoinya.

"Beragam tuduhan telah disebarluaskan di media dan masyarakat. Seolah saya adalah penjahat terbesar sepanjang sejarah manusia," pungkas Sambo di persidangan.(OL-11)
 

Baca Juga

Antara

Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan untuk Perkuat Pemulihan Pariwisata

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 09 Februari 2023, 18:40 WIB
Sektor pariwisata menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional telah terlihat berangsur pulih, seiring dengan pelonggaran...
dok.mi

Pengamat: Dari Rekam Jejaknya, Erick Thohir Layak Wakil Presiden

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 17:39 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir konsisten mendapat sambutan hangat untuk maju menjadi calon wakil presiden (cawapres)...
Medcom/Anggi Tondi Martaon

Pembubaran GP Mania Tidak Disuruh Jokowi atau PDI Perjuangan

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 09 Februari 2023, 17:24 WIB
Ia melanjutkan keputusan pembubaran GP Mania itu murni merupakan keputusan DPP Joman karena sejumlah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya