Rabu 11 Januari 2023, 13:25 WIB

Mahfud Beberkan Alasan Terdakwa Pelanggaran HAM Berat Selalu Bebas

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Mahfud Beberkan Alasan Terdakwa Pelanggaran HAM Berat Selalu Bebas

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menko Polhukam Mahfud MD

 

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD membeberkan alasan mengapa kasus pelanggaran HAM berat selalu kalah dalam persidangan, hingga akhirnya para terdakwa dibebaskan dari hukuman.

Menurutnya, saat ini, regulasi yang ada terutama dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM tidak memiliki kekuatan untuk menghukum para pelaku kasus HAM berat.

Hal tersebut tergambar dari empat kejahatan HAM berat yang sudah masuk persidangan. Semua terdakwa dinyatakan bebas karena secara hukum tidak cukup bukti.

"Untuk empat kasus yang sudah dibawa ke Mahkamah Agung, semua bebas karena secara hukum bukti-bukti yang ada tidak cukup. Hukum acara tidak terpenuhi karena pembuktian, visum, korbannya siapa, pelaku ketika melakukan itu bagaimana, dan sebagainya itu tidak lengkap," ujar Mahfud di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1).

Namun, bukan berarti keputusan Komnas HAM yang menyatakan empat kasus tersebut sebagai pelanggaran HAM berat menjadi salah. Semua tetap dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat, hanya saja dari sudut hukum acara tidak bisa terpenuhi.

"Sehingga ketika dibawa ke pengadilan selalu ditolak. Semua tersangka dibebaskan," sambung Mahfud.

Baca juga: Mahfud Sebut Tim PPHAM Bukan untuk Hidupkan Kelompok Komunis

Oleh karena itu, Ia memastikan akan berkomunikasi dan menyampaikan laporan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat (PPHAM) kepada DPR selaku pihak penyusun UU Pengadilan HAM.

Mahfud berharap DPR bisa melakukan langkah-langkah dengan memperbaiki peraturan perundangan yang ada saat ini.

"Karena dulu yang membuat UU kan DPR. Sehingga, nanti kita lapor bahwa semua kasus ini tidak bisa dilaksanakan karena dari sudut prosedur acaranya berbeda. Itu nanti DPR yang akan bicara, mau diapakan UU itu," tukas mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.(OL-5)

Baca Juga

DOK MI

Erick Thohir: NU Telah Melintasi Berbagai Zaman dan Generasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 12:13 WIB
Ketua Panitia Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) Erick Thohir menyebut NU sebagai organisasi Islam terbesar yang telah berdiri...
Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Hadiri Sidang Gugatan Class Action Kasus Gagal Ginjal, Keluarga Pakai Kaos 'Kukira Obat Ternyata Racun'

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Selasa 07 Februari 2023, 11:57 WIB
Keluarga korban tersebut beberapa di antaranya merupakan orangtua yang anaknya meninggal akibat sakit gagal ginjal akut. Terdapat 21 dari...
Ist

Pengamat: Memiliki Sifat Egaliter, Erick Diterima Seluruh Lapisan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 10:00 WIB
Dengan sifat yang egaliter yang tidak membeda-bedakan suku ras dan agama, menurut Sukri, membuat Erick sangat mudah diterima oleh seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya