Minggu 08 Januari 2023, 08:45 WIB

KPK Imbau Lukas Enembe Segera Berobat di Jakarta

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Imbau Lukas Enembe Segera Berobat di Jakarta

MI/STAF KHUSUS GUBERNUR PAPPUA DIAN MUSTIKAWATY
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyalami Gubernur Papua Lukas Enembe.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Gubernur Papua Lukas Enembe berobat di Jakarta. Instruksi itu seharusnya dijalankan jika orang nomor satu di Bumi Cenderawasih itu benar-benar sakit.

"Untuk pemeriksaan lebih lengkap, kami mengimbau baik ke Pak LE (Lukas Enembe) maupun PH-nya (penasehat hukum) agar Pak LE segera berobat, segera ke Jakarta," kata Direktur Penindakan KPK Asep Guntur dalam telekonferensi yang dikutip, Minggu (8/1).

KPK meyakini dokter di Jakarta mumpuni untuk memberikan penanganan medis ke Lukas. Jika penyakitnya tidak bisa disembuhkan, Lembaga Antikorupsi itu berjanji bakal memberikan izin berobat ke luar negeri.

Baca juga: KPK Didesak Segera Tahan Lukas Enembe

Namun, persyaratannya Lukas harus ditahan dulu. Seluruh biaya pengobatan bakal ditanggung KPK dan diberikan pengawalan ketat selama berobat.

"Kita juga akan mendampingi Pak LE kalau dirujuk ke luar negeri dengan catatan statusnya sebagai tersangka karena sesuai dengan undang-undang," ucap Asep.

Kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Lukas bermula ketika Direktur PT Tabi Bangun Papua Rijatono Lakka mengikutsertakan perusahaannya untuk mengikuti beberapa proyek pengadaan infrastruktur di Papua pada 2019 sampai dengan 2021. Padahal, korporasi itu bergerak di bidang farmasi.

KPK menduga Rijatono bisa mendapatkan proyek karena sudah melobi beberapa pejabat dan Lukas Enembe sebelum proses pelelangan dimulai. Komunikasi itu diyakini dibarengi pemberian suap.

Kesepakatan dalam kongkalikong Rijatono, Lukas, dan pejabat di Papua lainnya yakni pemberian fee 14% dari nilai kontrak. Fee harus bersih dari pengurangan pajak.

Setidaknya, ada tiga proyek yang didapatkan Rijatono atas pemufakatan jahat itu. Pertama yakni peningkatan Jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14,8 miliar.

Lalu, rehabilitasi sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar. Terakhir, proyek penataan lingkungan venue menembang outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.

Lukas diduga mengantongi Rp1 miliar dari Rijatono. KPK juga menduga Lukas menerima duit haram dari pihak lain.

Rijatono disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, Lukas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Ikadin Jakbar

Ikadin Jakbar Komit Pertahankan Wadah Tunggal Advokat

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 23:29 WIB
Wacana multibar yang digaungkan sejumlah pihak adalah sebuah langkah mundur karena tidak ada satu pun di dunia ini menganut sistem...
Ist

IKA Menwa Seroja Timor Timur Gelar Munas dan Silaturahmi Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:58 WIB
Dalam kegiatan Silatnas tersebut Ika Menwa Seroja Timor Timur juga menyelenggarakan Sarasehan dengan judul “Peran IKA Menwa Seroja...
ANTARA

Soal Cawapres, Pilihan PPP Mengerucut Pada Sosok Erick Thohir

👤Widhoroso 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 19:53 WIB
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) sampai saat ini PPP masih dalam tahap penyaringan nama-nama yang akan diusung sebagai capres dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya